Sabtu 29 Mei 2021, 12:26 WIB

Sederet Tantangan dalam Lonjakan Digitalisasi Perbankan

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Sederet Tantangan dalam Lonjakan Digitalisasi Perbankan

DOK Mandiri Syariah.
Pandemi covid-19 telah mengubah perilaku masyarakat untuk mengalihkan transaksi di perbankan dari konvensional ke layanan digital.

 

SEBAGAI negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara, tidak mengherankan Indonesia kini tercatat memiliki nilai transaksi ekonomi digital terbesar di kawasan regional. Dengan catatan nilai transaksi ekonomi digital saat ini yang menembus angka US$44 miliar, porsi tersebut diyakini bakal terus berkembang hingga mencapai US$124 miliar pada 2025.

Gelombang digitalisasi sejalan dengan melonjaknya penggunaan mobile banking apps di Indonesia, dari sebesar 33% pada Januari 2020 menjadi 39,2% pada Januari 2021. "Data-data ini merupakan kabar bagus, karena secara pasar juga masih tersedia ruang yang sangat luas untuk tumbuh. Masyarakat kita yang banked hingga saat ini masih sebatas 42 juta, sedangkan yang underbanked sebanyak 47 juta dan yang unbanked mencapai 92 juta," ujar Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto dilansir dari keterangan resmi, Sabtu (29/5).

Penetrasi digitalisasi perbankan di masyarakat tersebut, menurut Anung, sudah mulai berjalan dan bahkan secara tidak langsung terdorong dengan pandemi covid-19. Hal tersebut dapat dilihat dari data transaksi digital banking yang selama pandemi melonjak cukup signifikan. "Dari segi volume transaksi mencapai 513,7 juta, meningkat sebesar 41,53% dibanding tahun lalu. Secara nila transaksi juga meningkat 13,91% secara year on year menjadi Rp2.774,5 triliun," tutur Anung.

Namun demikian, untuk dapat mengembangkan digitalisasi perbankan di Indonesia, Anung mengingatkan kalangan perbankan nasional bahwa ada sejumlah tantangan yang juga harus dihadapi. Hal itu harus dijawab dengan cermat dan hati-hati agar potensi digitalisasi perbankan yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal.

Anung mencatat setidaknya ada lima tantangan utama bagi industri perbankan nasional untuk dapat mengembangkan business modelnya dalam digital banking. "(Tantangan) Pertama ialah potensi peningkatan risiko serangan siber. Lalu juga kebutuhan investasi yang cukup besar untuk membangun infrastruktur teknologi informasi yang memadai serta ketersediaan talenta digital baik secara kualitas maupun kuantitas memadai," tegasnya.

Dari segi regulator, Anung juga memahami bahwa ada tantangan kebutuhan infrastruktur jaringan komunikasi yang merata serta regulatory framework yang mendukung terhadap pengembangan digitalisasi perbankan di masa mendatang. Tak lupa, Anung juga mengingatkan tren peningkatan perubahan karakteristik masyarakat seiring dengan semakin berkembangnya ekosistem sektor keuangan.

"Perubahan ekosistem sekor keuangan yang didorong digitalisasi menimbulkan disrupsi dan isu ekonomi maupun keuangan yang memicu volatility, uncertainity, complexity, dan ambiguity atau yang di kalangan perbankan dikenal dengan tantangan VUCA yang akan terus meningkat. Ini semua harus dimitigasi dengan baik agar tidak sampai melanggar asas kehati-hatian di bidang perbankan," pungkas Anung. (OL-14)

Baca Juga

DOK Sinar Mas Land.

The Loop BSD Ditargetkan sebagai Pusat Bisnis Baru Mozia

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 12:56 WIB
Ruko The Loop BSD menjawab permintaan pasar atas commercial business mixed area yang dapat memberikan peluang bagi para pebisnis lokal...
MI/NAVIANDRI

Berkinerja Baik, Perta Life Insurance Cetak Laba di 2022

👤Naviandri 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 12:30 WIB
PertaLife Insurance mampu meningkatkan kinerjanya secara berkelanjutan meski banyak tantangan...
Freepik.com

Kebutuhan Tenaga Kerja Tinggi, Qyusi Global Indonesia Bakal Ekspansi Bisnis Manpower Supply

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 10:55 WIB
Direktur PT Qyusi Global Indonesia Eko Budi Sektiono menuturkan jasa manpower supply miliknya akan memudahkan bagi klien perusahaan dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya