Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) menyatakan produksi pabrik gula nasional tidak diiringi dengan luas lahan tebu sebagai bahan baku gula. Sehingga, kapasitas pabrik gula menjadi tidak optimal.
Terdapat 62 pabrik gula di dalam negeri yang meliputi 43 pabrik gula BUMN dan 19 pabrik gula swasta. Adapun rata-rata kapasitas sebesar 316 ribu ton cane day (TCD). Jika produksi dimaksimalkan bisa mencapai 3,5 juta ton.
Baca juga: Bahlil: Investasi Tingkatkan Ekonomi dan Lapangan Kerja
"Tapi, lahan tebu semakin berkurang, sementara penambahan investasi pabrik gula cukup besar. Tidak dibarengi penambahan lahan perkebunan tebu. Sehingga, bahan baku masih kurang dan harus impor," jelas Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan Kemenperin Supriadi dalam seminar vitual, Kamis (29/4).
"Selain itu, lahan tebu di Pulau Jawa semakin turun. Sehingga produksi tebu turun. Pada 2020, tingkat rendemen atau kadar gula dalam tebu masih rendah, yakni 7,1%," imbuhnya.
Pada 2015, luas lahan tebu mencapai 0,46 juta hektare. Kemudian pada 2019, luas lahan turun menjadi 0,41 juta hektare.
Kemenperin mencatat kebutuhan gula nasional mencapai 6,2 juta ton. Untuk industri makanan dan minuman, serta farmasi sebesar 3-3,2 juta ton. Lalu, konsumsi rumah tangga 2,8-3 juta ton, berikut industri kecil dan menengah 500 ribu ton.
Baca juga: Colomadu, Dulu Pabrik Gula Kini Jadi Destinasi Wisata
Produksi gula kristal rafinasi dalam negeri sebanyak 2,13 juta ton. Sementara itu, produksi gula kristal raw sugar sebanyak 3,2 juta ton dari 11 pabrik gula rafinasi. Kekurangan gula nasional ditutupi dengan impor gula sebesar 3,8-4 juta ton.
"Yang kemarin (Maret 2021), diimpor dalam bentuk raw sugar agar ada nilai tambah dalam negeri. Itu sebanyak 680 ribu ton dan diberikan dalam rangka fasilitas investasi pada pabrik gula baru," terangnya.(OL-11)
Industri makanan dan minuman Indonesia tumbuh 6,4% pada Triwulan III 2025. Namun, konsumsi susu nasional masih rendah dan ketergantungan impor bahan baku jadi tantangan utama.
PENGUATAN pendidikan vokasi merupakan strategi utama dalam membangun industri nasional yang bernilai tambah tinggi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi menyebutkan bahwa pendidikan vokasi menjadi tulang punggung industri.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi industri.
Guna mencetak SDM industri yang kompeten, salah satu langkah strategis yang dilakukan Kemenperin adalah penyelenggaraan Pelatihan Industrial-Based Curriculum (IBC).
Program ini merupakan peta jalan strategis untuk mengimplementasikan revolusi industri keempat di Indonesia.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
ADA dilema kelembagaan bank tanah dalam mewujudkan keadilan sosial agraria di tengah gencarnya arus investasi.
Transformasi digital di sektor perkebunan nasional mendapat dorongan baru melalui kolaborasi antara Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, dan Fakultas Vokasi USU.
Upaya tegas pemerintah dalam memberantas mafia sawit dan menata ulang tata kelola sumber daya alam (SDA) dinilai sebagai langkah strategis dan berani.
PEMERINTAH menggelontorkan anggaran sebesar Rp9,95 triliun atau hampir Rp10 triliun untuk mencapai hilirisasi sektor perkebunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved