Kamis 15 April 2021, 03:25 WIB

Perubahan BKPM Jadi Kementerian Sudah Terprediksi

Putri Rosmalia Octaviyani | Ekonomi
Perubahan BKPM Jadi Kementerian Sudah Terprediksi

Dok BKPM
Badan Koordinasi Penanaman Modal

 

PERUBAHAN nomenklatur Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi Kementerian Investasi bukan hal yang mengagetkan. Rencana perubahan itu sudah tercium sejak beberapa waktu terakhir.

"Sebenarnya perubahan nomenklatur seperti pembentukan Kementerian Investasi ini sejak lama sudah tercium tanda-tandanya. Salah satunya anggaran BKPM itu naik cukup signifikan. Dari sekitar Rp400 miliar pada 2020 menjadi hampir Rp1 triliun di 2021," ujar pengamat ekonomi  Bhima Yudhistira, Rabu, (14/4).

Ia memperkirakan rencana perubahan nomenklatur tersebut telah disiapkan sejak lama. Terutama karena Presiden Jokowi sangat gencar menarik investasi ke dalam negeri.

Peningkatan status BKPM menjadi Kementerian Investasi menurutnya mungkin dilakukan Presiden untuk lebih meyakinkan calon investor dari luat negeri. Karena status badan yang dimiliki BPKM umumnya di luar negeri dianggap berada di bawah kementerian.

"Meski tetap ini justru ada pertanyaan, sudah ada UU Cipta Kerja mengapa masih perlu dinaikkan juga. Mungkin investor perlu tambahan suplemen untuk bisa berinvestasi makanya perlu ada branding. Itu mungkin alasan presiden mengubah BKPM jadi Kementerian," ujarnya.

Terkait dengan isu perombakan atau resuffle kabinet pascaperubahan nomenklatur tersebut, Bhima mengatakan secara objektif resuffle memang dirasa perlu dilakukan pada beberapa pos kementerian. "Karena kalau dari perspektif ekonomi kita melihatnya memang ada beberapa hal yang perlu dibenahi," ujar Bhima.

Ia mencontohkan tentang kasus impor beras di mana komunikasi Menteri Perdagangan dengan Bulog tidak harmonis. Ketidakharmonisan itu akhirnya itu membuat kebijakan umurnya relatif pendek.

Selain itu, ekonomi saat ini juga diperkirakan masih akan tumbuh relatif negatif. Setidaknya pada kuartal pertama 2021.

"Karena kalau melihat sampai kuartal pertama 2021 perkiraannya ekonomi masih tumbuh relatif negatif. Itu karena belum ada terobosan-terobosan kebijakan," ujar Bhima.

Ia berharap setelah Kementerian Investasi bekerja, akan ada terobosan yang bisa membuat berbagai masalah tersebut mereda. Khususnya juga agar bisa berkoordinasi dengan baik bersama kementerian lain dan pemerintah daerah. (OL-15)

 

Baca Juga

Antara

Belanja Lebaran Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 13 Mei 2021, 17:15 WIB
Mengacu data pemerintah, perputaran uang THR Idulfitri diperkirakan mencapai Rp150 triliun. Dibandingkan PDB 2020, dana putaran THR...
Ist

Kang Emil dan Keluarga Rayakan Lebaran di Rumah Dinas

👤Astri Novaria 🕔Kamis 13 Mei 2021, 14:56 WIB
Kang Emil mengimbau kepada masyarakat Jabar untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat saat bersilahturahmi pada momen...
Dok. Pribadi

Arsjad Rasjid: Semoga Lebaran Membawa Babak Baru yang Lebih Baik

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Mei 2021, 14:55 WIB
Arsjad Rasjid yang juga calon ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2021-2026 ini, juga mengajak masyarakat untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya