Rabu 14 April 2021, 19:56 WIB

Kementerian Investasi Konsekuensi dari UU Cipta Kerja

M. Ilham Ramadan Avisena | Ekonomi
Kementerian Investasi Konsekuensi dari UU Cipta Kerja

Ilustrasi
Ilustrasi investasi

 

KETUA Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Faisol Riza menuturkan, pembentukkan Kementerian Investasi merupakan konsekuensi dari lahirnya Undang Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja. Oleh karena itu, kehadiran Kementerian anyar itu amat penting.

"Memang itu sangat penting Kementerian Investasi. Kalau kemarin badan (BKPM), menitikberatkan pada investasi asing, Kementerian Investasi ini justru juga memiliki tanggung jawab pada investasi dalam negeri. Itu signifikansinya," tuturnya saat dihubungi, Rabu (14/4).

Dia menambahkan, sosok Bahlil Lahadalia (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal) tepat untuk menakhodai Kementerian Investasi. Sebab, selama menjadi mitra kerja Komisi VI, Bahlil dinilai memiliki kinerja yang apik.

"Tapi saya tidak tahu kalau Presiden mempunyai pandangan lebih lanjut. Selama menjadi mitra Komisi VI, Pak Bahlil cukup mampu menggerakkan dan mendapatkan kepercayaan dari para investor maupun calon investor," tuturnya.

Gayung bersambut, anggota Komisi XI Hendrawan Supratikno, Kementerian Investasi akan beriringan dengan Lembaga Pengelola Investasi/Indonesia Investment Authority (LPI/INA) yang merupakan buah dari UU Cipta Kerja. Kementerian baru tersebut dalam jangka pendek diharapkan mampu mengakselerasi pemulihan ekonomi.

Menurut dia yang juga anggota Badan Legislatif DPR itu, Kementerian Investasi merupakan pengubah keadaan (game changer) baru dalam menghadapi pandemi. 

Baca juga : Hannover Messe : Kemenperin Optimistis Startup RI akan Mengglobal

"Jadi ada empat game changers ke depan yaitu vaksinasi yang sukses, akurasi data untuk kebijakan publik yang efektif, birokrasi pemerintah yang efisien, dan arus investasi yang besar," imbuh Hendrawan.

"Agar aspek teknis perizinan investasi dan regulasi berjalan sinergis, dan kementerian ini dilahirkan, tentu kewenangannya harus dibuat lebih jelas dan decisive (tegas)," sambungnya.

Sedangkan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani berharap kehadiran Kementerian Investasi dapat membuat iklim investasi nasional kian benderang. Kepastian, transparansi, kebijakan yang menyeluruh, efisiensi birokrasi dan kemudahan persoalan administrasi diharapkan dibawa dan diusung oleh Kementerian baru.

"Dengan posisi BKPM sebagai kementerian, kami harap kerjasama antara BKPM dan kementerian-kementerian teknis di sektor bisa lebih balance dan lebih bisa saling melengkapi satu sama lain sehingga kepentingan penciptaan iklim usaha dan investasi yang berdaya saing," kata Shinta.

Lebih dari itu, kehadiran Kementerian Investasi juga diharapkan mampu membuat Indonesia lebih tanggap dalam menyikapi perubahan-perubahan di level regional dan internasional. Tentu berbagai kebijakan yang nantinya dikeluarkan diharapkan mengarah pada upaya mengejar daya saing dan investasi nasional yang saat ini terbilang tertinggal.

"Sehingga Indonesia lebih maksimal dalam menarik dan mempromosikan investasi di Indonesia dan investasi Indonesia di luar negeri," pungkas Shinta. (OL-7)

Baca Juga

Dok. Pertamina

Pendaftaran BBM Subsidi Lewat Website MyPertamina Khusus untuk Roda Empat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 23:46 WIB
“60% masyarakat mampu atau yang masuk dalam golongan terkaya ini mengkonsumsi hampir 80% dari total konsumsi BBM...
Ist

Menuju Kelas Dunia, IPCC Terminal Kendaraan Luncurkan Logo Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 23:12 WIB
Perjalanan itu kini membawa IPCC dalam posisi dari yang sebelumnya hanya sebagai Car Terminal Operator menuju Car Terminal...
Dok. Pribadi

Membangun Brand Bukan Hanya Sekedar Viral, Tapi Butuh Originalitas Untuk Bertahan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 23:07 WIB
Ian menegaskan, strategi viral marketing memang bisa membuka prospek, namun tidak bisa diimplementasikan untuk semua...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya