Selasa 13 April 2021, 18:16 WIB

Kementan Amankan Ketersedian Pangan Saat Ramadan dan Lebaran

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Kementan Amankan Ketersedian Pangan Saat Ramadan dan Lebaran

ANTARA
Ilustrasi

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) terus melakukan penjagaan stabilitas harga bahan pokok menjelang datangnya bulan puasa dan hari raya lebaran 2021.

Penjagaan ini dilakukan supaya masyarakat tetap khusyuk menjalankan ibadan suci ramadhan tanpa adanya gangguan mengenai gejolak harga.

Baca juga: 5 Komoditas ini Rentan Naik Harga Jelang Idul Fitri,Ini Saran CIPS

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi, mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan penjagaan tersebut sejak beberapa bulan sebelumnya. Diantaranya melakukan monitoring pada setiap daerah defisit dengan menggunakan Sistem Monitoring Stok (SIMONTOK).

"Bahkan peta Simontok ini mampu memantau kondisi harga dan kebutuhan bahan pokok di daerah terpencil. Dengan begitu, kami bisa melakukan intervensi dari daerah surplus ke daerah defisit. Bahkan Simontok ini bisa menjamin pasokan dan distribusi," ujar Agung keterangannya, Selasa (13/4).

Agung mengatakan, pemantauan sistem intervensi ini dilakukan secara rutin, yakni seminggu sekali. Dari sana, Kementan melalui Badan Ketahanan Pangan terus mengumpulkan informasi dan laporan dari semua Kepala Dinas Pertanian dan Perdagangan di seluruh Indonesia.

"Tantangan sekarang itu mau tidak mau harus melakukan intervensi, dimana yang surplus harus menyuplai yang defisit. Lalu kita buka juga oeprasi pasar online seperti Pastani yang bekerja sama dengan berbagai start-up untuk membuka market place online. Selanjutnya kita kontrol secara rutin agar tidak ada gejolak," katanya.

Di sisi lain, Agung mengatakan pemerintah melalui Kementan sudah melakukan pembinaan terhadap ribuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar menyediakan produk pasaka panen. Ini dilakukan supaya masyarakat terbiasa dengan makanan olahan sehingga tidak ada makaman sisa yang terbuang percuma.

"Sekarang kan posisinya konsumsi pengolahan produk olahan itu 30 persen, sedangkan sisanya, yakni 70 persen adalah produk fresh. Saya kira ini terbalik dengan negara maju di Eropa atau Amerika. Karena itu kita kembangkan UMKM agar melakukan pengolahan, sehingga tidak ada makanan yang terbuang," katanya. ujar Agung.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI), Adhi S Lukman mengaku setuju dengan konsep online dan pembinaan UMKM yang dilakukan Kementan.

Menurutnya langkah tersebut merupakan langkah tepat dalam menekan angka impor melalui konsumsi makaman yang tidak terbuang secara percuma.

"Oleh sebab itu petani kita harus belajar proses paska panennya, supaya makanan kita itu bertahan lebih lama. Di sisi lain menurut saya konsumen juga harus dididik bahwa pola konsumsi yang baik itu adalah dengan tidak membuang makanan. Misalnya cabai tidak segar itu kan bisa diolah jadi sambal kering," katanya.

Baca juga: KKP: Kegiatan Ekonomi di Laut Harus Ramah Lingkungan

Sementara itu, Adhi mengapresiasi kebijakan BKP Kementan terhadap lapangan pasar melalui online. Kata dia, saat ini pasar online terus bergairah dan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

"Mau tidak mau, pasar online menjadi tren baru. Ke depan saya yakin dengan semakin baiknya infrastruktur internet pasar online ini menjadi bergairah. hanya saja basisnya masih rendah, tapi pertumbuhanya cukup tinggi dan terus meningkat. Saya lihat makin ke sini makin baik," tutupnya. (OL-6)
 

Baca Juga

dok.mi

Harga Emas Kembali Naik Didorong Melemahnya Dolar

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Mei 2021, 06:40 WIB
HARGA emas naik tipis mendekati level tertinggi empat bulan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi, WIB, 19/5/2021), memperpanjang...
ant

Saham Inggris Menguat Tipis Terkerek 0,02 persen

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Mei 2021, 06:29 WIB
SAHAM-saham Inggris ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Selasa (18/5/2021), berbalik menguat dari penurunan sehari...
ant

Saham Inggris Menguat Tipis Terkerek 0,02 persen

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Mei 2021, 06:28 WIB
SAHAM-saham Inggris ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Selasa (18/5/2021), berbalik menguat dari penurunan sehari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Berebut Fulus dari JAKARTA

Jawa Barat menjadi primadona pariwisata bagi warga Jakarta. Namun, sejak pembangunan jalan tol dan terhubung dengan tol trans-Jawa
menyebabkan fulus wisatawan Jakarta terbelah.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya