Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Shell Lubricants Indonesia menggelar seminar bertajuk 'Potential in Motion' yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (25/3). Webinar ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari kalangan industri, distributor dan media.
Shell mengungkapan bahwa pihaknya memahami bahwa pelaku bisnis harus menemukan solusi yang tepat agar dapat berbisnis dengan biaya operasi yang lebih rendah, tanpa mengorbankan standar kualitas dan keamanan. Terlebih saat pasca-pandemi, dimana banyak lini bisnis didorong untuk terus bertumbuh meski dengan sumber daya yang terbatas dan dinamika pasar yang sulit diprediksi.
Pada acara seminar tersebut Director Shell Lubricants Andri Pratiwa menerangkan bahwa perusahaannya berkomitmen menghadirkan produk-produk berkualitas dan inovatif untuk mendukung kinerja mesin, termasuk mesin industri modern.
"Di masa pandemi, bisnis pelumas Shell memegang peranan penting dalam mendukung operasi bisnis dengan memasok produk-produk premium yang menjamin efisiensi operasi mesin. Tahun ini, Shell Lubricants Indonesia menghadirkan tujuh produk terbaru yang akan memberikan nilai optimal bagi operasional mesin mulai dari rangkaian produk pelumas, gemuk, dan coolant,” papar Andri.
Untuk mendukung Paris Agreement dan upaya pemerintah menahan laju pemanasan global, tahun ini Shell meluncurkan rangkaian produk pelumas yang netral karbon (carbon neutral). Rangkaian produk netral karbon yang tersedia di Indonesia antara lain Shell Gadus S5, Shell Omala S4 WE, Shell Omala S4 GXV, Shell Mysella S5, dan Shell Rimula R6 LM.
Secara global, Shell menargetkan untuk menjadi perusahaan energi dengan emisi net-zero pada tahun 2050 dan berkomitmen melakukan carbon offset terhadap lebih dari 200 juta liter pelumas setiap tahunnya.
“Kami menyadari bahwa semakin banyak pelaku bisnis yang mencari solusi untuk menjalankan bisnisnya secara lebih ramah terhadap lingkungan. Karena itu, Shell ingin membantu dengan menyediakan rangkaian produk yang memungkinkan operasional bisnis sehari-hari mereka berjalan lebih efisien dan rendah emisi,” lanjut Andri Pratiwa.
Pemerintah Indonesia berupaya menciptakan ekosistem industri yang lebih rendah emisi, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur kereta api yang menghubungkan area-area bisnis vital di Indonesia. Untuk mendukung upaya tersebut, Shell Lubricants menghadirkan Shell Gadus Rail S2 Traction Motor Bearing untuk bantalan motor lokomotif dan Shell Gadus S3 High Speed Coupling yang didesain untuk aplikasi gear coupling dengan ekstra perlindungan dan tahan terhadap temperatur tinggi.
Di sektor pembangkit listrik, Shell memberikan dukungan dengan produk baru Shell Turbo S5 DR, pelumas turbin sintetis terutama untuk aplikasi sistem electrohydraulic control. Pelumas ini diperlukan pada sistem hidrolik dan turbin yang rentan terhadap bahaya api, membantu menjaga kehandalan sistem dan keselamatan operasional pembangkit listrik berbasis turbin. Hadir pula Shell Turbo Revive untuk memperpanjang masa pakai oli serta interval pemeliharaan sistem operasi.
Tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan lingkungan, Shell juga menghadirkan produk Naturelle Hydraulic Fluid yang merupakan pelumas hidrolik sintetis ramah lingkungan dan memiliki ketahanan yang baik terhadap api. Dikembangkan dan dirancang untuk kinerja pelumas yang superior sekaligus mudah terurai secara hayati sehingga aman bagi lingkungan.
Sebagai komitmen untuk menjadi penyedia solusi lubrikasi menyeluruh, Shell Lubricants tidak hanya menghadirkan produk pelumas dan gemuk, tetapi juga produk pendingin radiator terbaru yaitu Shell Coolant Long Life Plus HD dan Shell Coolant Premium MV. Kedua produk ini juga hadir dalam kemasan drum khusus yang lebih ramah lingkungan. (S-4)
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
DI sektor petrokimia, pengelolaan air tidak hanya berfokus pada pemenuhan baku mutu lingkungan, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kontinuitas operasi industri.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved