Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perdagangan Muhammad Lutfi berpendapat, naiknya harga cabai di beberapa daerah karena disebabkan belum memasuki panen raya. Dia memperkirakan, bila masa panen itu tiba atau saat Ramadhan pada April mendatang, ditaksir harga cabai akan menurun.
Dalam portal ews.kemendag.go.id terlihat misalnya, harga cabai merah di DKI Jakarta pada Rabu (17/3) sebesar Rp61.182 per kg, lalu pada Kamis (18/3) naik menjadi Rp62.455 per kg. Lalu di Jawa Tengah pada (17/3) harga cabai merah senilai Rp37.000 per kg, keseekan harinya naik mencapai Rp39.800 per kg
"Naik turunnya harga cabai karena belum panen raya, jadi mundur dikit karena (musim) hujan akhir tahun 2020. Tapi, saya yakin masuk puasa harga cabai bisa jadi Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram," kata Lutfi dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (19/3).
Kemudian, Mendag menyampaikan, persoalan harga cabai yang melonjak karena kebutuhan akan mengonsumsi cabai yang segar. Di mana saat musim hujan beberapa waktu lalu, menyebabkan banyak komoditas sayuran itu membusuk.
"Urusan cabai ini memang belum selesai. Masalahnya kita maunya segar, enggak mau cabai botol atau yang kering. Maunya yang fresh dan merah. Itu challenge-nya (tantangannya)," kata Lutfi.
Baca juga : Mentan Minta Bulog Serap Gabah Petani Cegah Harga Anjlok
Pihaknya pun berupaya untuk menjaga kualitas cabai tersebut dengan menerapkan sistem Resi Gudang (SRG) dengan teknologi Controlled Atmosphere Storage (CAS). Namun Lutfi membeberkan, cara tersebut dinilai masih tidak efektif.
"Kalau bawang bisa, (misalnya) dibawa dari Kudus lalu ditaruh di CAS dan masih bertahan berbulan-bulan. Tapi, kalau cabai bisa bertahan satu hingga dua bulan, tetapi begitu dikeluarkan langsung menyusut. Jadi belum ketemu (sistem) untuk cabai ini," terang Mendag.
Sebelumnya diberitakan, harga cabai rawit di pasar tradisional Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus melambung naik hingga Rp150 ribu per kilogram (kg) dalam sepekan terakhir.
Kenaikan harga cabai yang tinggi ini disebabkan karena banyaknya tanaman petani setempat yang gagal panen akibat cuaca buruk dan hama yang merajalela.
"Lalat buah merusak buah cabai hingga banyak tanaman petani tidak bisa panen secara maksimal," kata Sunarto, petani, di Kecamatan Panceng, Selasa (16/3). (OL-7)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Mengabaikan aktivitas fisik sama sekali selama bulan Ramadan penuh dapat berdampak negatif pada tingkat kebugaran seseorang.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Puasa justru menjadi momentum terbaik untuk terapi lambung karena organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan pokok strategis secara nasional masih aman dan memadai.
Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan memperkuat pengawasan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved