Rabu 03 Maret 2021, 19:20 WIB

Sambut LPI, Menhub Tawarkan Proyek Pelabuhan hingga MRT

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Sambut LPI, Menhub Tawarkan Proyek Pelabuhan hingga MRT

Antara/Yudhi Mahatma.
Petugas menyiapkan pesawat Bombardier CRJ 1000 NextGen milik Garuda Indonesia di Bandara Rendani Manokwari, Papua, beberapa waktu lalu.

 

MENTERI Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyambut Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia dalam mendanai proyek infrastruktur di Tanah Air. Sejumlah proyek dari pelabuhan hingga MRT pun ditawarkan kepada investor.

"Kemenhub dalam merespons SWF menyiapkan beberapa proyek yang berpotensi, seperti pelabuhan di Garongkong Sulawesi Selatan, Pelabuhan Ambon dan Palembang yang sekarang sedang feasibilty study (studi kelayakan)," ungkap Budi dalam webinar, Rabu (3/3).

Kemudian proyek lain yakni di bidang transportasi udara seperti pembangunan Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Ada pula proyek beberapa bandar udara di Fakfak dan Manokwari Papua, Mentawai Sumatra Barat, dan Mandailing Natal Sumatra Utara.

"Selain itu kami akan mengembangkan MRT dan LRT di Bali, Medan, Bandung, Makassar, dan Surabaya. Begitu pun pembangunan terminal bus di kota-kota besar dan proyek lain yang tidak bisa digunakan oleh APBN murni," urai Budi.

Budi mengatakan LPI dapat membantu kondisi keuangan negara. Terlebih, lanjutnya, di tengah pandemi proyek-proyek strategis nasional terancam tertunda akibat kekurangan pendanaan.

"Inilah yg menjadi alasan urgensi pembentukan SWF dalam pembiayaan infrastruktur, sedangkan finansial pemerintah terbatas pascapandemi. Ini jadi sumber pilihan alternatif," beber Menhub.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan pembentukan LPI dianggap melengkapi kemampuan pemerintah untuk berkolaborasi dalam penanaman modal dengan bentuk ekuitas atau nonutang. Ekspansi APBN, diungkapkannya, memiliki keterbatasan di tengah pandemi.

"Sementara kebutuhan untuk pembangunan masih akan terus berjalan. Kebutuhan untuk membangun infrastruktur apakah itu jalan raya, jalan tol, bahkan airport masih sangat besar. Oleh karena itu kami akan menggunakan instrumen di bidang LPI sebagai salah satu wadah bagi kolaborasi melanjutkan pembangunan dengan melalui ekuitas," tuturnya.

Sebelumnya, anggota Dewan Pengawas Indonesia Investment Authority (INA) atau LPI Darwin Cyril Noerhadi mengatakan Sovereign Wealth Fund (SWF) menjadi satu opsi pendanaan membangun investasi di Indonesia dengan sumber yang bersifat modal, bukan utang. SWF dianggap diperlukan dengan harapan menjawab persoalan kebutuhan infrastruktur yang demikian besar, baik jalan tol, bandara, maupun pelabuhan laut. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

Jakarta masih Favorit Untuk Bisnis Properti

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Kamis 15 April 2021, 09:38 WIB
CEO PT Djuragan Kreatif Indonesia, M Daffa Trinanda menyampaikan, lokasi yang strategis menjadi salah satu pertimbangan penting ketika...
Dok.BAnk Jago

Perkuat Posisinya, Bank Jago Luncurkan Aplikasi Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 15 April 2021, 09:08 WIB
Teknologi modern Jago juga memfasilitasi integrasi yang cepat dan aman dengan sejumlah mitra digital ekosistem menggunakan APIs. Jago telah...
DOK POS INDONESIA

Pos Indonesia Berbagi Jutaan Takjil Gratis pada POSweet Ramadan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 15 April 2021, 05:00 WIB
PT Pos juga akan memberikan undian gratis berhadiah 15 paket umrah bagi pelanggan yang bertransaksi pada 20 April-31 Mei...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya