Rabu 03 Maret 2021, 11:14 WIB

ASEAN Sepakat Pulihkan Ekonomi di Kawasan

Fetry Wuryasti | Ekonomi
ASEAN Sepakat Pulihkan Ekonomi di Kawasan

medcom.id
ilustrasi perekonomian

 

PROGRAM vaksinasi covid-19 yang telah dimulai diyakini akan mendorong upaya pemulihan ekonomi dan penguatan rantai nilai global (global value chain) di kawasan.

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi bersama sembilan Menteri Ekonomi/Perdagangan Negara Anggota ASEAN lainnya dalam Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM Retreat) ke-27.

“Indonesia telah memulai program vaksinasi covid-19 yang merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menangani dampak pandemi dan mendorong kembali kegiatan perekonomian,” kata Lutfi melalui rilis yang diterima, Rabu (3/3).

Upaya pemerintah memfokuskan perhatian pada testing, tracing dan treatment serta program vaksinasi akan meningkatkan kepercayaan dalam langkah pemulihan sektor ekonomi secara keseluruhan.

Beberapa hal strategis yang telah dilakukan Indonesia di antaranya membuka sektor-sektor produktif pendukung pemulihan ekonomi, mempercepat stimulus fiskal, meningkatkan sisi permintaan dan penawaran, menyusun kebijakan moneter yang mendukung pemulihan serta digitalisasi perekonomian, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga: Santai, Ekonomi Asean Buruk Tahun ini Tapi Membaik Tahun Depan

Indonesia menyerukan perlunya kebijakan fasilitasi perdagangan di antaranya memberikan perhatian pada isu-isu yang terkait dengan penerapan kebijakan nontarif (non tariff measures) dan upaya-upaya lain untuk menjaga keterbukaan pasar, agar arus perdagangan, wisata dan tenaga kerja perlahan kembali pulih pascapandemi Covid-19.

Dalam pertemuan ini, para Menteri Ekonomi ASEAN juga menyepakati 5 dari 13 prioritas ekonomi ASEAN 2021 yang pembahasannya di bawah kewenangan Menteri Ekonomi ASEAN untuk segera diimplementasikan, yaitu adopsi Non Tariff Measure Cost Effectiveness Toolkit, peluncuran negosiasi ASEAN-Canada Free Trade Agreement, ASEAN Investment Facilitation Framework (AIFF), Work Plan on the Implementation of the ASEAN Agreement on E-Commerce 2021—2025, dan Framework for Circular Economy.

Penyusunan Post 2025 Vision for the ASEAN Economic Community (AEC) yang telah disepakati dalam Pertemuan KTT ASEAN ke-37 pada November 2020 juga menjadi perhatian para menteri.

“Saat ini merupakan momentum tepat untuk mendiskusikan Post Vision 2025 AEC dan Indonesia memandang perlunya sentralitas ASEAN dalam membangun daya tahan ekonomi regional dari kemungkinan krisis global di masa depan, di antaranya melalui pemanfaatan teknologi digital,” kata Lutfi.

Para Menteri juga membahas sejumlah hal terkait kerja sama ASEAN dengan mitranya antara lain terkait rencana review Persetujuan Perdagangan Barang ASEAN dan India untuk mengatasi berbagai permasalahan implementasi di ASEAN dan India, serta perkembangan perundingan ASEAN-European Union Free Trade Agreement.(OL-5)

Baca Juga

.

Subsidi Ongkir Momentum Bangkitkan Perekonomian

👤RO/Micom 🕔Minggu 11 April 2021, 18:20 WIB
Pemerintah sudah menyiapkan Rp500 miliar untuk subsidi ongkir pada...
Antara

Besok, Tol Japek II Arah Cikampek Ditutup Selama 5 Jam

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 11 April 2021, 17:20 WIB
Penutupan itu dalam rangka penggantian nama Jalan Tol Japek II Elevated menjadi Jalan Layang Mohammed Bin Zayed, yakni pangeran dari...
dok japfa

Wajah Baru STP Sambut Semangat Transformasi

👤RO/Micom 🕔Minggu 11 April 2021, 16:19 WIB
Di bidang riset dan inovasi, STP mengembangkan Aquaculture Technology Department dan Animal Health...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tata Ulang Desain Olahraga Nasional untuk Capai Prestasi

 Prestasi tidak dicapai dengan proses singkat. Kerap kali butuh waktu bertahun-tahun untuk meraihnya

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya