Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan ada lima faktor yang menjadi kendala pengembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.
"Pertama, adanya perbedaan definisi UMKM antar lembaga serta belum adanya basis data yang terintegrasi," jelas Teten dalam keterangan resmi, Sabtu (20/2).
Kedua, jumlah UMKM yang besar belum seimbang dengan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB). Ini dikarenakan sebanyak 99% usaha di Indonesia didominasi oleh UMKM. Namun, sektor UMKM hanya berkontribusi 57% terhadap PDB.
"Ketiga, rendahnya UMKM yang terjalin dalam kemitraan. Termasuk berjejaring dalam rantai nilai global (global value chain)," imbuh Teten.
Baca juga: OJK Minta Perbankan Tingkatkan Kredit UMKM dan Konsumsi
Diketahui, sebanyak 93% UMK tidak menjalin kemitraan. Sedangkan UMKM baru berkontribusi sebesar 14% terhadap total ekspor Indonesia.
Lalu keempat, akses pembiayaan bagi pelaku UMKM masih rendah. Mengacu pada data kementerian pada 2019, diketahui 88% UMK tidak memperoleh atau mengajukan kredit. Adapun rasio kredit UMKM di perbankan terhadap total kredit perbankan sebesar 20%.
Kelima, rendahnya pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usaha, termasuk digitalisasi. Saat ini, sebanyak 94% UMK tidak menggunakan komputer dalam bisnisnya. Sementara itu, 90% UMK tidak menggunakan internet.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved