Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) meminta industri perbankan untuk meningkatkan pertumbuhan kredit, khususnya ke sektor UMKM dan konsumsi. Tujuannya mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi covid-19.
OJK juga mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor otomotif lewat penurunan PPnBM kendaraan bermotor. Dalam hal ini, ada beberapa ketentuan yang bisa dikeluarkan OJK. Seperti, penurunan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan penetapan uang muka kredit kendaraan bermotor.
“Kita harus fokus, UMKM jadi prioritas. Karena sektor itu bisa didorong dalam jangka pendek, khususnya di daerah. Pertumbuhan ini bukan saja di kota, tapi di daerah,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam pertemuan dengan pimpinan perbankan, Rabu (17/2).
Baca juga: Sri Mulyani Pastikan LPI bukan Instrumen Pencari Utang
Menurut Wimboh, pemulihan sektor UMKM sejalan dengan upaya pemerintah yang telah mengulirkan kebijakan stimulus. Misalnya, subsidi bunga dan penjaminan kredit bagi UMKM.
Selain perpanjangan restrukturisasi kredit, OJK juga siap menyesuaikan kebijakan di sektor kendaraan bermotor dan properti. Langkah ini diharapkan mendorong permintaan masyarakat. Sehingga, industri manufaktur kembali pulih dan permintaan kredit kembali meningkat.
Wimboh pun meminta industri perbankan mempercepat penyaluran kredit pada kuartal I 2021. Hal ini penting untuk melanjutkan tren pertumbuhan kredit yang mulai membaik pada kuartal IV 2020.
OJK akan terus mengawal upaya perbankan menyalurkan kredit sesuai rencana bisnis bank (RBB) sebesar 7,13% pada 2021.
Baca juga: Mulai Juli, Perbankan Siap Terapkan Pelaporan Terintegrasi
“Kami berikan arahan ke masyarakat jadi sekitar 7,5% plus minus 1. Itu acuan kita bersama. Kami dengan pemerintah terus mengkaji kebijakan apa lagi yang bisa dilakukan,” pungkasnya.
Ketua Himbara Sunarso menyambut baik kebijakan OJK di masa pandemi covid-19. Terutama restrukturisasi kredit yang diperpanjang hingga Maret 2022. Serta, diperbolehkannya debitur melakukan restukturisasi ulang dalam jangka waktu tersebut.
“Policy respons ini sangat tepat. Kami menyambut baik,” kata Sunarso.(OL-11)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved