Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus US$1,96 miliar pada neraca dagang Indonesia periode Januari 2021.
Capaian itu jauh lebih baik dibandingkan neraca dagang Januari 2020 yang defisit US$640 juta. Surplus pada neraca dagang Januari 2021 disebabkan nilai ekspor yang lebih tinggi, yakni US$15,30 miliar. Adapun nilai impor tercatat US$13,34 miliar.
"Performa pada Januari cukup bagus. Tentunya ini menimbulkan harapan bahwa ekspor ke depan diharapkan terus tumbuh. Pemulihan ekonomi akan berjalan sesuai dengan harapan," papar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin (15/2).
Baca juga: Impor Indonesia Turun 6,49% jadi US$13,34 Miliar
Secara tahunan (yoy), ekspor Indonesia pada Januari 2021 mengalami peningkatan sebesar 12,24%, dibandingkan periode ekspor Januari 2020. Peningkatan itu dipengaruhi seluruh sektor ekspor nasional yang mengalami pertumbuhan positif.
Ekspor migas tercatat naik 8,30%, dari US$816,1 juta per Januari 2020 menjadi US$883,9 juta per Januari 2021. Kemudian, ekspor pertanian meningkat 13,91% (yoy) menjadi US$337 juta.
Adapun ekspor industri naik 11,72% (yoy), dari sebelumnya US$10,73 miliar menjadi US$11,99 miliar. Lalu, ekspor pertambangan naik 16,92% (yoy), dari US$1,78 miliar menjadi US$2,08 miliar.
Sementara itu, penurunan nilai impor Indonesia disebabkan adanya penurunan impor pada barang konsumsi sebesar 2,92% (yoy). Dari sebelumnya US$1,46 miliar pada Januari 2020 menjadi US$1,42 miliar per Januari 2021.
Baca juga: Kurs Rupiah Menguat Seiring Sentimen Positif Pasar
Penurunan lebih dalam terjadi pada impor bahan baku atau penolong sebesar 6,10% (yoy), dari US$10,56 miliar menjadi US$9,92 miliar. Lalu, impor barang modal turun 10,72% (yoy), dari sebelumnya US$2,23 miliar menjadi US$1,99 miliar.
"Impor kita secara yoy itu masih 6,49%. Terjadi penurunan impor, baik untuk konsumsi, bahan baku atau penolong, maupun barang modal. Ini mengindikasikan pergerakan impor belum sesuai harapan," terang Suhariyanto.
Dia menambahkan bahwa neraca dagang Indonesia dengan Amerika Serikat pada Januari 2021 masih surplus sebesar US$1,095 miliar. Sedangkan dengan Tiongkok, neraca dagang Indonesia tercatat defisit US$1,097 miliar.(OL-11)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2025 mencapai 5,45%, menandai momentum pembalikan arah ekonomi yang solid.
IHSG mencetak sejarah baru (All Time High) di level 8.859, mengabaikan tensi geopolitik global berkat solidnya data neraca perdagangan dan inflasi domestik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mengalami surplus sebesar 2,66 miliar dolar AS.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Oktober 2025, ekspor tercatat US$24,24 miliar dan impor US$21,84 miliar sehingga surplus US$2,39 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved