Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan IV 2020 sebesar -2,19% secara tahunan (year on year/yoy). Angka itu masih lebih baik dibandingkan triwulan II dan III 2020 yang tercatat tumbuh -5,32% (yoy) dan -3,49% (yoy).
"Ada perbaikan meski belum sesuai dengan harapan. Karena itu kita perlu mengevaluasi kembali apa yang sudah bagus dan apa yang perlu diperkuat supaya pemulihan ekonomi bisa berjalan sesuai dengan harapan," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (5/2).
Bila dilihat dari 17 sektor lapangan usaha pendorong pertumbuhan ekonomi, maka secara umum struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tidak berubah. Terdapat lima sektor yang dominan memberikan kontribusi pada perekonomian nasional yakni industri, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.
"Gabungan dari lima sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 62,07% kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia. sehingga apa yang terjadi di lima sektor akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi secara total," terang Suhariyanto.
Dia menambahkan, dari 17 sektor lapangan usaha tersebut, hanya tujuh sektor yang mengalami pertumbuhan positif di triwulan IV 2020 yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 2,59% (yoy); informasi dan komunikasi tumbuh 10,91% (yoy); jasa keuangan dan asuransi tumbuh 2,37% (yoy); jasa pendidikan tumbuh 1,36% (yoy); real estate tumbuh 1,25% (yoy); jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh 16,54% (yoy); dan pengadaan air yang tumbuh 4,98% (yoy).
Sedangkan 10 sektor lainnya mengalami pertumbuhan minus seperti industri pengolahan tumbuh -3,14% (yoy); perdagangan tumbuh -3,64% (yoy); konstruksi tumbuh -5,67%; pertambangan dan penggalian tumbuh -1,20%; transportasi dan pergudangan tumbuh -13,42%; administrasi pemerintahan tumbuh -1,55% (yoy); akomodasi dan makan minum tumbuh -8,88% (yoy); jasa lainnya tumbuh -4,84% (yoy); jasa perusahaan tumbuh -7,02% (yoy); dan pengadaan listrik dan gas tumbuh -5,01% (yoy).
Suhariyanto bilang, meski banyak sektor yang mengalami pertumbuhan minus di triwulan IV 2020, angka-angka tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Itu menandakan adanya perbaikan dan pemulihan meski belum sesuai dengan yang diharapkan.
"Misalnya untuk industri pengolahan, di triwulan III 2020 pertumbuhannya kontraksi 4,34%, tapi pada triwulan IV 2020 ini membaik menjadi -3,14%. Transportasi dan pergudangan, di triwulan II sektor ini mengalami kontraksi yang sangat dalam -30,80%, membaik di triwulan III 2020 -16,71%, dan triwulan IV ini kembali menunjukkan arah pemulihan meski masih mengalami pertumbuhan -13,42%," jelasnya.
baca juga: Bonus Demografi, RI Perlu Percepat Penyediaan Lapangan Kerja
Sedangkan bila dilihat dari enam sisi komponen pengeluaran, hanya konsumsi pemerintah yang mengalami pertumbuhan positif sebesar 1,76%. Lima komponen lain masih mengalami pertumbuhan minus seperti konsumsi rumah tangga tumbuh -3,61% (yoy); pengeluaran konsumsi LNPRT tumbuh -2,14% (yoy); pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh -6,15% (yoy); ekspor tumbuh -7,21% (yoy): dan impor tumbuh -13,52% (yoy).
"Kalau dilihat secara umum kontraksi triwulan IV ini tidak sedalam tiruwlan III maupun triwulan II, ini menunjukkan arah perbaikan. Untuk itu kita masih perlu bekerja keras supaya komponen ini ke depan bisa tumbuh lebih bagus lagi dan mengarah ke pertumbuhan positif," pungkas Kecuk. (OL-3)
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
DALAM lima tahun terakhir, harga beras di tingkat konsumen terus naik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
BPS beberkan data perdagangan RI di jalur Selat Hormuz di tengah konflik Iran-Israel. Intip nilai ekspor-impor miliaran dolar yang terancam jika jalur ini lumpuh.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved