Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GABUNGAN Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengungkapkan ekspor produk minyak sawit pada 2020 mengalami penurunan sekitar 9%, jika dibandingkan periode 2019.
Volume ekspor produk minyak sawit pada tahun lalu tercatat 34,0 juta ton. Adapun volume ekspor pada 2019 sebanyak 37,4 juta ton.
"Ini sangat bisa dimaklumi, karena pasar global mengalami kelemahan demand. Hampir semua negara besar tujuan ekspor mengalami lockdown. Mulai dari Eropa, Bangladesh, Afrika, hingga Tiongkok," ujar Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono dalam konferensi pers, Kamis (4/2).
Dalam paparannya, Joko menyebut penurunan ekspor terbesar ada di Tiongkok, yakni minus 1,96 juta ton. Kemudian, Eropa minus 712,7 ribu ton, Bangladesh minus 323,9 ribu ton, Timur Tengah minus 280,7 ribu ton, berikut Afrika minus 249,2 ribu ton.
Baca juga: Setiap Tahun, Produksi Sawit RI Bisa Capai 37,5 Juta Ton
Sedangkan ekspor ke Pakistan mengalami kenaikan 275,7 ribu ton dan ke India naik 111,7 ribu ton. Meski terjadi penurunan volume ekspor, nilai ekspor pada 2020 mencapai US$22,97 miliar. Capaian itu lebih tinggi dari 2019, yakni sebesar US$20,22 miliar.
Penurunan ekspor produk minyak sawit mencakup palm oil dari 31,13 juta ton pada 2019 menjadi 28,27 juta ton pada 2020. Selanjutnya, biodiesel dari 1,1 juta ton pada 2019 menjadi 0,03 juta ton pada 2020. Lalu, minyak laurik turun dari 1,92 juta ton pada 2019 menjadi 1,83 juta ton di 2020.
"Kategori produk juga ada yang naik. Seperti, oleokimia yang naik dari 3,22 juta ton pada 2019 menjadi 3,87 juta ton di 2020. Mungkin kaitannya urusan pandemi covid-19, seperti disinfektan," pungkas Joko.(OL-11)
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved