Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH berharap Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) dapat menarik tiga jenis investor ke Tanah Air. Hal itu dinilai akan memperkuat struktur investasi di Indonesia.
Adapun jenis investor pertama ialah Sovereign Wealth Fund (SWF) dari negara lain dan bermitra dengan LPI.
"Maka dari itu, saat ini kita melakukan diskusi dengan SWF lain untuk membahas potensi ini," ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam seminar virtual, Rabu (3/2).
Baca juga: Menkeu: SWF Instrumen untuk Percepat Pemulihan Ekonomi
Jenis investor kedua berbentuk dana pensiun dari negara lain. LPI diharapkan mampu menarik investasi tersebut guna mendapatkan dana jangka panjang, dengan imbal hasil yang stabil.
Saat ini, pemerintah mengupayakan pembahasan dan diskusi bersama negara yang memiliki lembaga pengelola dana pensiun potensial. Sehingga, dana tersebut dapat diinvestasikan ke Indonesia.
"Ada beberapa nama yang kita bicarakan dengan dana pensiun dari Kanada, Belanda dan lain sebagainya," imbuh Kartika.
Selanjutnya, jenis investor ketiga ialah berasal dari sektor swasta yang memiliki ketertarikan pada sektor strategis. Misalnya, infrastruktur, kesehatan, teknologi dan pendidikan.
Baca juga: Prospek AS Lebih Baik Dari Eropa, Dolar Melonjak Terhadap Euro
Nantinya, investor memiliki ruang untuk menanamkan modal di sektor tertentu. LPI akan berperan sebagai mitra strategis untuk memastikan investasi berjalan dengan efektif.
"Mereka memiliki fleksibilitas dan preferensi untuk melihat semua aset ini melalui investasi di masa depan," pungkasnya.
"Sedangkan, investor yang lebih tertarik pada aset tingkat dana perizinan khusus, seperti bandara atau pelabuhan, juga dapat bekerja sama untuk membuat platform. Mereka dapat melakukan banyak investasi di aset yang berbeda," tutup dia.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved