Selasa 26 Januari 2021, 12:58 WIB

SE Terbit, Kemenhub Tetapkan GeNose Jadi Syarat Perjalanan KA

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
SE Terbit, Kemenhub Tetapkan GeNose Jadi Syarat Perjalanan KA

ANTARA FOTO/Fauzan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghembuskan nafasnya pada kantong nafas untuk dites dengan GeNose C19

 

PENGGUNAAN alat pendeteksi covid-19 Gajah Mada Electric Nose Covid-19 atau GeNose C19 resmi jadi syarat perjalanan kereta api. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 11 tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Pandemi Covid-19.

"Penggunaan GeNose berlaku pada 5 Februari. Untuk penumpang bus hanya random checking," ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati kepada Media Indonesia, Selasa (26/1).

Aturan itu tertuang dalam poin keempat SE 11/2021 yang menyebut dalam pengendalian transportasi di bidang perkeretaapian bagi individu yang melakukan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi tersebut wajib memenuhi persyaratan kesehatan.

"Menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan GeNose test atau rapid test antigen atau RT-PCR yang menyatakan negatif covid-19. Sampel hasil tes tersebut diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan untuk perjalanan kereta api antarkota di Pulau Jawa dan Sumatra," tulis SE yang ditandatangani Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikar pada Selasa (26/1).

Dalam SE itu juga disebutkan penumpang tidak diperkenankan berbicara satu maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung selama perjalanan. Kemenhub juga meminta penumpang tidak diperkenankan makan dan minum selama waktu perjalanan kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengonsumsi obat-obatan.

Baca juga: GeNose-19 untuk Screning Penumpang, KAI Tunggu Aturan Pemerintah

Dijelaskan juga dalam SE tersebut, apabila hasil rapid test antigen atau RT-PCR pelaku perjalanan menunjukan gejala, maka tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolusi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Kemudian, bagi pelaku perjalanan di bawah umur 12 tahun tidak diwajibkan untuk menyertakan hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.

GeNose sudah mendapatkan Izin Edar dari Kementerian Kesehatan. Dijelaskan, pengambilan sampel dari GeNose C19 berupa embusan napas dan hasil tes dapat langsung diketahui hanya dalam waktu 3 menit. Tarifnya pun diperkirakan berkisar Rp20.000 untuk satu kali tes dengan akurasi diatas 90%.(OL-5)

Baca Juga

MI/Susanto

Sri Mulyani Ajak Pemerintah Jepang Investasi Kendaraan Listrik

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 05 Maret 2021, 10:00 WIB
"Industri otomotif Jepang telah tumbuh dengan sangat baik di Indonesia. Oleh karenanya, saya mengajak pemerintah Jepang untuk...
Dok: Humas KKP

Luhut Soroti 6 Progres Infrastruktur Strategis di Yogyakarta

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 05 Maret 2021, 09:47 WIB
“Kita perlu mengusahakan agar pembangunan-pembangunan ini dapat selesai tahun 2024, sekalipun nantinya memerlukan pengembangan lebih...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Garuda Sediakan Layanan Antigen Gratis untuk Rute Domestik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 05 Maret 2021, 08:26 WIB
“Kami harapkan hadirnya layanan rapid test antigen gratis ini dapat semakin meningkatkan minat masyarakat untuk kembali terbang guna...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya