Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KESELAMATAN penerbangan di Indonesia dinilai terus membaik dari waktu ke waktu meski terjadi beberapa insiden maupun kecelakaan seperti yang terjadi pada pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Pengamat penerbangan Alvin Lie menyatakan kecelakaan fatal pesawat di Tanah Air sudah jarang terjadi lantaran banyak dilakukan perbaikan dari sisi regulasi dan pengawasan keselamatan.
"Kecelakaan fatal di Indonesia selain kemarin SJ-182, sebelum itu Lion Air JT 610. Kecelakaan Lion Air itu di luar kendali maskapai dan regulator karena menyangkut pesawat Boeing 737 Max yang ternyata cacat desain sejak di pabrik. Sebelum itu ada Air Asia QZ 8501 pada 2014. Jadi kalau melihat rentangnya, sebetulnya sudah sangat jarang ada kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa," kata Alvin dalam acara Journalist on Duty (JOD) bertajuk Menjaga Keselamatan Penerbangan Indonesia yang disiarkan melalui Live Instagram Media Indonesia, Jumat (15/1).
Mengutip data International Civil Aviation Organization (ICAO) yang setiap tahun menerbitkan laporan kinerja keselamatan penerbangan (safety report), Alvin menyatakan tingkat kecelakaan fatal di Indonesia masih jauh di bawah rata-rata global. Laporan ICAO pada 2019, rata-rata dunia terjadi kecelakaan fatal 2,9 pesawat per 1 juta penerbangan.
"Di Indonesia angka kecelakaannya jauh di bawah itu. Untuk 2019 statistiknya menunjukkan rata-rata dunia untuk setiap 1 juta penerbangan terjadi kecelakaan pada 2,9 penerbangan," ucapnya.
Alvin mengatakan dunia aviasi nasional juga sudah memiliki respons atas kecelakaan yang memadai. Menurutnya, ketika terjadi kecelakaan, ICAO juga menilai respons otoritas. Alvin mengatakan kualitas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang bertugas menyelidiki kecelakaan penerbangan juga sudah memenuhi standar dunia.
Anggota Ombudsman RI itu mengakui dunia penerbangan Indonesia memang pernah mengalami masa kelam. Masa sulit itu terjadi setelah Reformasi ketika deregulasi besar-besaran industri penerbangan yang sebelumnya dimonopoli perusahaan pelat merah. Banyak swasta kemudian masuk ke penerbangan dan terjadi persaingan sengit yang ujungnya berdampak pada pengurangan kualitas dan keselamatan penerbangan.
"Kita masuk puncak masa kelam ketika dulu dilarang terbang ke Eropa dan Amerika Serikat. Kemudian ada perbaikan sedikit demi sedikit," ucap Alvin.
Menurut Alvin, puncak pembenahan keselamatan penerbangan terjadi pada 2016. Regulasi yang masih kurang dibenahi, pengawasan diperketat, manajemen navigasi udara juga diperbaiki, serta infrastruktur terus dibenahi. Hasilnya, imbuh Alvin, pada 2017 ICAO kembali menempatkan Indonesia sebagai anggota kategori 1.
"Kita juga meyakinkan Uni Eropa dan Amerika bahwa Indonesia telah memenuhi standar keselamatan penerbangan sehingga pada 2018 kita diperbolehkan lagi terbang ke Eropa dan Amerika. Setelah 2017 Indonesia selalu masuk dalam 5 besar terbaik dunia dalam aspek keselamatan penerbangan. Setiap tahun itu diaudit," ucapnya. (P-2)
Mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi dihantam kereta api penumpang di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Korban pertama kecelakaan ATR 42-500 di Balocci, Pangkep dievakuasi. Ia ditemukan tewas di jurang 200 m saat SAR dihantam cuaca ekstrem. Kabut pekat visibilitas 5 m.
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 16.15 WIB di jalur arah Surabaya menuju Malang, tepatnya di Desa Pamotan, Kecamatan Porong.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Kecelakaan terjadi di Jalur A Jajan Tol KM 426.400 Semarang-Bawen tepatnya di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang Selasa (6/1) pagi, dengan korban 1 tewas dan 6 luka.
KNKT pun telah mendirikan posko pencarian SJ-182 di Pulau Lancang. Posko itu dibangun guna memudahkan pencarian memori CVR pesawat SJ-182.
Menurut Menhub, sisanya akan dibayar karena saat ini ada yang terkendala persoalan dengan ahli waris.
Jokowi juga meminta agar pnyelesaikan pemberian santuan dapat disalurkan kepada seluruh korban.
Kedua korban itu merupakan anak-anak, yakni Zurisya Zuar Zai (8 tahun) dan Umbu Kristin Zai (2 tahun)
MESKIPUN dikatakan baik-baik saja, sesungguhnya standar keselamatan penerbangan Indonesia memerlukan inspeksi mendalam.
Sebelumnya, tim DVI telah mengidentifikasi 17 jenazah korban
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved