Kamis 07 Januari 2021, 19:55 WIB

Optimalisasi Daya Saing Dengan Penerapan Industri Hijau

mediaindonesia.com | Ekonomi
Optimalisasi Daya Saing Dengan Penerapan Industri Hijau

Dok.Kemenperin.go.id
Kepala BPPI Kemenperin Doddy Rahadi

 

KEMENTERIAN perindustrian aktif mendorong pelaku industri dalam menerapkan industri hijau hingga mencapai tingkat beyond compliance. Yaitu penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan dalam proses produksi dari suatu industri. Untuk itu industri juga terus berusaha meningkatkan kemampuan dan daya saingnya dengan tetap mengedepankan pentingnya komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan pada pembangunan industri berkelanjutan.

Penegasan ini disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi dalam keterangannya, Kamis (7/1)

"Untuk itu satuan kerja di bawah lingkungan BPPI harus cepat berinovasi dan berkontribusi dalam mengantisipasi perkembangan kebutuhan industri, khususnya dalam meningkatkan daya saing serta mendukung kebijakan pengembangan industri berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan penerapan konsep industri hijau yang diamanatkan UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian," kata Doddy.

Menurut Doddy, hal ini sejalan dengan arahan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dimana industri harus mengimplementasikan standar sustainability yang dapat dicapai dengan penerapan industri hijau. Industri Hijau menjadi icon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan, yaitu industri yang dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Pencapaian industri hijau bagi industri dalam negeri sangat penting, karena akan memperoleh banyak keuntungan. Hal ini mampu meningkatkan daya saing industri. Untuk itu, PT. Indonesia Asahan Alumunium (PT. Inalum) sebagai BUMN yang bergerak dalam bidang peleburan alumunium sedang berupaya menuju industri hijau serta meraih penghargaan Proper Hijau.

Untuk meraih penghargaan Proper Hijau, perusahaan bukan hanya dinilai berdasarkan ketaatan UKL/UPL (compliance), tapi juga dituntut menerapkan lebih dari ketaatan (beyond compliance) yang dipersyaratkan berdasarkan upaya efisiensi sumber daya, penurunan beban cemaran, penurunan timbulan limbah padat B3/non B3, menerapkan program keanekaragaman hayati, serta program Corporate Social Responsibility (CSR).

Upaya-upaya tersebut dijabarkan dalam bentuk Dokumen Rangkuman Kinerja Pengelolaan Lingkungan (DRKPL) dan Dokumen Hijau. DRKPL berisi ringkasan dari program-program yang akan dinilaikan, sedangkan dokumen hijau berisi penjabaran program disertai bukti-bukti terkait.

Oggy Achmad Kosasih, Direktur Pelaksana PT. Inalum, menyampaikan komitmen perusahaannya dalam mencapai standar industri hijau. "Kami berkomitmen tinggi untuk mencapai standar industri hijau dengan menerapkan program beyond compliance, sehingga perusahaan bisa mendapatkan penghargaan proper hijau. Untuk itu, kami berkonsultansi dengan Kementerian Perindustrian melalui satuan kerjanya Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang, khususnya pada penyusunan DRKPL dan Dokumen Hijau yang menjadi amunisi penting dalam perolehan proper hijau,” jelas Oggy.

Dia menjelaskan proses pendampingan BBTPPI kepada PT. Inalum dalam menyiapkan kelengkapan DRKPL dan Dokumen Hijau. "Tim BBTPPI memberikan konsultasi dan pendampingan dalam menyusun DRKPL dan dokumen hijau untuk kegiatan terkait proper hijau yang sudah dilakukan, serta mengidentifikasi kegiatan yang berpotensi untuk dimasukan kedalam penilaian proper hijau. Selanjutnya tim BBTPPI mengevaluasi hasil dari DRKPL dan Dokumen Hijau PT. Inalum,” lanjut Oggy.

Upaya yang telah dilakukan PT. Inalum ini disampaikan secara komprehensif dalam pengajuan penilaian proper hijau pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hasilnya, Proper Hijau diraih Inalaum pada 2020.

“Implementasi industri hijau memberi pengaruh pada pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien, seperti penggunaan air dan energi, sehingga memberikan dampak pada penurunan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing industri,” pungkasnya.

Terkait ini, Kepala BBTPPI Semarang-Jawa Tengah, Ali Murtopo Simbolon, mendukung bagi perusahaan yang berupaya untuk mencapai standar industri hijau. "Kompetensi yang dimiliki BBTPPI akan terus kami optimalkan untuk kebaikan pertumbuhan industri dengan upayanya meraih penghargaan proper hijau,” janji Ali. (OL-13)

Baca Juga

sclubricants.com

PLN Resmi Mengakuisisi PT EMI untuk Pengembangan Energi Baru Terbarukan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 12:52 WIB
Integrasi PLN dengan EMI telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke dalam...
unsplash.com

UKM di Indonesia Dibayangi Ancaman Serangan Siber

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 12:39 WIB
Riset dari Cisco menunjukkan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia dibayangi ancaman serangan siber, setelah banyak dari mereka yang...
Antara

Presiden Dukung Pesantren Ciptakan Wirausaha

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 12:00 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong pesantren mampu menciptakan wirausaha, yang sukses, sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya