Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Pelaku ekonomi, mulai konsumen hingga investor, mengharapkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung stabil. Hal itu berdampak positif pada iklim investasi.
“Terciptanya stabilitas nilai tukar rupiah dapat memitigasi risiko nilai tukar sehingga berdampak positif dalam mendorong peningkatan investasi,” ujar ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Media Indonesia, Rabu (6/1).
Penguatan kurs rupiah, lanjutnya, juga diyakini akan mendorong minat investasi, baik investasi di pasar modal maupun investasi di sektor riil.
Dalam rangka menjaga stabilitas rupiah, Josua mengatakan pemerintah perlu mengupayakan kebijakan yang mendorong peningkatan kinerja ekspor.
“Misalnya dengan kebijakan pelonggaran lisensi ekspor, terutama untuk komoditas-komoditas ekspor ke negara-negara yang sudah mengalami pemulihan ekonomi, seperti Tiongkok atau India,” jelas Josua.
Selain itu, tambahnya, Bank Indonesia juga berperan besar dalam mendorong menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan melakukan langkah-langkah stabilisasi, seperti triple intervention di pasar spot, domestic non-deliverable forward, dan pasar surat berharga negara.
Pemerintah juga diminta menyiapkan beberapa strategi dalm rangka pendalaman pasar keuangan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah cenderung stabil. “Nilai tukar rupiah kita ada penguatan cenderung stabil,” ujar Sri Mulyani.
Kemarin rupiah ditutup menguat 20 poin atau 0,14% ke posisi 13.895 per 1 dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya 13.915.
Namun, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan pelemahan kurs rupiah akan terjadi pada perdagangan Rabu (7/1), seiring pengumuman adanya pengetatan PSBB di Jawa dan Bali mulai minggu depan.
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra juga mengatakan hal serupa. “Namun, pelemahan tidak besar karena di sisi lain indeks dolar AS juga masih melemah,” ucap Ariston. (Ins/E-1)
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved