Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH kasus kebakaran hutan di Indonesia sepanjang 2020 menurun dibanding 2019. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sejak 1 Januari hingga 20 Desember 2020, terdapat 296 hektare lahan hutan yang mengalami kebakaran. Angka tersebut menurun 82% dibanding tahun lalu yang mencapai 1,6 hektare.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Basar Manullang merinci terdapat penurunan kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan karhutla dibanding tahun lalu. Diantaranya penurunan terjadi di Jambi sebanyak 98%, Riau 83%, Sumatera Selatan 99%, Kalimantan Barat 59%, Kalimatan Selatan 97%, dan Kalimatan Tengah 79%.
"Tahun ini tidak ada asap lintas batas. Ini satu dukungan cuaca dan juga intergrasi dari semua Kementerian/Lembaga termasuk masyarakat, perguruan tinggi, dan media," kata Webinar Kaleidoskop Kebencanaan 2020 dan Prediksi Fenomena Serta Potensi Bencana Tahun 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (29/12).
Basar mengungkapkan, capaian positif tersebut merupakan buah dari upaya yang dilakukan berbagai pihak. Dari KLHK sendiri, pihaknya telah membuat upaya pencegahan dengan melakukan patroli mandiri di 776 desa yang rawan karhutla sepanjang 2020 ini.
Baca juga : RI Ajukan Klaim Perluasan 200 mil Laut di Barat Daya Sumatera
Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan pemadaman api di titik karhutla.
"Di samping upaya-upaya tersebut, kita diminta untk melakukan upaya solusi permanen. Berkat dukungan BNPB kita berkordinasi dengan semua pihak tahun ini kita membuat kelompok peduli api berkesadaran hukum. Masyarakat iberikan pemahaman melalui e-larning dan operasional di lapangan," ucap Basar.
"Tahun depan kita akan terus tingkatkan bagimana kita bangun social community power untuk menuntaskan masalah karhutla," tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB Doni Monardo mengungkapkan, pihaknya mendorong kerja sama antara berbagai pihak untuk mengatasi masalah karhutla di Indonesia, mulai dari pemerintah, TNI, dan masyarakat. Ia berharap, capaian ini dapat dipertahankan hingga tahun-tahun mendatang.
"Semoga upaya kita menekan karhutla tahun ini bisa kita pertahankan untuk tahun-tahun yang akan datang," tandasnya. (OL-2)
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved