Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mendorong pelaku usaha perikanan menjadi tenaga penyuluh perikanan swadaya (PPS) guna memperluas jejaring bisnis ke berbagai wilayah di Indonesia.
KKP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) telah mengukuhkan 380 orang penyuluh perikanan swadaya dari 25 provinsi pada Jumat (18/12).
"Kami mendorong pelaku-pelaku usaha perikanan yang berhasil untuk diberi tugas untuk menjadi PPS. Ini akan menjadi kekuatan utama kita di daerah,” kata Kepala BRSDM Sjarief Widjaja dalam keterangannya, Senin (21/12).
Sjarief mengatakan era industri 4.0 saat ini menuntut konektivitas dalam segala hal. Untuk itu, penyuluh perikanan dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dan memanfaatkan teknologi digital.
“Penyuluhan berada di era globalisasi yang kebutuhan dan tantangan berbeda dibanding era sebelumnya. Hubungan sosial sudah semakin terbuka, sehingga memungkinkan penyuluhan tidak lagi butuh pertemuan fisik seiring dengan dukungan alat komunikasi modern," ucap Sjarief.
Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati menyebut, pengukuhan penyuluh perikanan swadaya (PPS) ini merupakan pengukuhan tahap ke-III. Sebelumnya, sebanyak 950 PPS telah dikukuhkan pada 28 Oktober 2020 dan 421 PPS lainnya dikukuhkan pada 2 Juli 2020.
Lilly mengatakan, pengangkatan penyuluh perikanan swadaya (PPS) ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan layanan penyuluhan dan pendampingan kepada pelaku usaha kelautan dan perikanan.
“Pengangkatan PPS dari pelaku utama atau pelaku usaha yang berhasil dari kesadaran sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh. PPS meliputi pelaku utama kelompok kelas madya dan utama, serta Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP),” jelasnya. (E-3)
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana pembelian kapal.
Ia menegaskan akan meminta persoalan tersebut segera ditangani agar tidak berulang dan tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap aktivitas nelayan.
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pendampingan pada keluarga tiga korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang disewa KKP.
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved