Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH akademisi mengapresiasi langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19. Langkah yang diambil mulai menunjukkan hasil pada kuartal III 2020 dan menjadi modal bagi pertumbuhan positif di 2021.
Pakar ekonomi keuangan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Roy HM Sembel mengutarakan, pertumbuhan ekonomi sempat terperosok di kuartal II 2020, yakni -5,32% (yoy).
“Namun, di kuartal III mulai ada perbaikan, mulai pulih. Orang sudah mulai menyesuaikan diri sehingga kontraksinya lebih kecil jadi -3,49% yoy. Dan kuartal IV, pengamatan sepintas saya, orang sudah mulai melakukan kegiatan ekonomi, ada perbaikan,” ucap Roy dalam diskusi Outlook Indonesia 2021 di Jakarta, kemarin.
Ia optimistis perekonomian Indonesia bakal bangkit mulai awal 2021, seiring dengan adanya vaksin yang akan segera dibagikan. Terlebih lagi dengan investasi asing yang juga bakal masuk awal tahun, sejalan dengan langkah pemerintah memunculkan wacana mobil listrik.
Selain itu, UMKM Indonesia juga mempunyai potensi besar untuk terus berkembang yang didukung dengan digitalisasi.
“Hal yang pasti, pertumbuhan ekonominya sudah bisa lebih baik karena penyesuaian sudah ada. Ada digital ekonomi, vaksinnya sudah ada, ada optimisme di situ,” tuturnya.
Di diskusi yang sama, Rektor UKI Dhaniswara K Harjono yang juga pakar pembangunan ekonomi mengatakan, kebijakan pembatasan sosial karena covid-19 justru memunculkan usaha kreatif dan inovatif para pelaku usaha. Ditambah lagi dengan terobosan yang diambil pemerintah dengan menelurkan UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja, sebuah UU yang menjadi omnibus law atas sejumlah aturan yang selama ini menghambat dunia usaha.
“Sekarang kalau kita bikin perusahaan itu mudah, enggak perlu banyak modal. Kalau dulu minimal butuh Rp50 juta buat ini-itu, sekarang enggak ada,” terangnya.
Namun, ia mengingatkan, sekalipun ekonomi diproyeksikan membaik di tahun depan, Indonesia masih punya pekerjaan besar, yakni memperkecil kesenjangan sosial. Pada 2021, dia berharap ada perbaikan pada masalah tersebut. (Van/E-2)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved