Jumat 18 Desember 2020, 01:25 WIB

Pasarkan Merek Pakaian Pria dengan Strategi Digital

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Pasarkan Merek Pakaian Pria dengan Strategi Digital

DOK Broodis
.

 

TIDAK sedikit anak muda yang menempuh jalan wirausaha. Meskipun ada risiko kerugian dalam berbisnis, mereka tetap optimistis dan mencari peluang.

Salah satunya ialah Defri Algiano bersama sahabatnya lewat proyek iseng-iseng yang dilakoni pada September 2015. Keduanya membuat Broodis sebagai merek pakaian pria asal Jakarta yang berdiri. Alasan mereka sederhana. Mereka melihat masih sedikit brand mens clothing yang bersaing di Instagram.

Defri Broodis menjelaskan makna mereknya. Broo berarti pria. Dua o menggambarkan dua pria yaitu dirinya sendiri dan sahabatnya yang menciptakan Broodis. Dis merupakan singkatan dari distro atau tempat berbelanja pakaian.

"Awal berjualan, setiap minggu saya pergi menggunakan sepeda motor untuk membeli kemeja dari toko langganan saya di Tanah Abang. Sesampainya di rumah, saya memanggil tukang jahit keliling untuk mencabut label merek pada kemeja tersebut dan menggantinya dengan label Broodis," ujarnya.

Nah, berawal dari bisnis model dropshipper tersebut, pada akhir 2015 ia memutuskan untuk memulai produksi kemeja sendiri setelah memiliki modal cukup. Saat ini Broodis telah memiliki total 20 karyawan yang dinaungi Defri Algiano sebagai founder dan 2 co-founder lain, Ramadhan NP dan Fathurossi.

"Lokasi gudang dan kantor pengiriman kami terletak di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan, dan tempat produksi kami berada di daerah Tangerang Selatan," jelasnya lagi. Sejak awal, Broodis fokus untuk menjadi pure online & bazaar retailer. Mereka memilih untuk tidak memiliki toko offline dan mengikuti event bazaar seperti Jakcloth, Trademark Bandung, dan beberapa merek event ternama lain.

"Kami juga fokus menggunakan seluruh platform online yang ada seperti Instagram dan marketplace untuk berjualan. Hal ini dilakukan karena berjualan online menurut kami lebih efisien dan menguntungkan dibanding harus membuka toko offline yang pasarnya sangat terbatas per wilayah. Dengan berjualan online, rasanya sama seperti memiliki toko virtual di tiap kota di Indonesia tanpa harus mengeluarkan biaya sewa," ulasnya.

Pertengahan 2017, Broodis sempat mengalami titik terendah. Pihaknya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat penipuan terhadap spesifikasi bahan yang dipesan oleh vendor. Demi mempertahankan reputasi kemeja Broodis yang telah dibangun dengan baik, mereka putuskan untuk membagikannya secara gratis kepada siapa pun yang berminat kala itu.

Menurutnya, pemasaran Broodis dilakukan sepenuhnya secara digital melalui Facebook, Google Ads, endorsement ke selebgram, serta kerja sama dengan beberapa influencer ternama untuk mempromosikan produk Broodis. Beberapa influencer tersebut ialah Arief Muhammad, Felicya Angelista Dimas Ahmad, Dr Tirta, Anya Geraldine, Furry Citra, Zahwa Aqilah, dan Gaga Muhammad.

"Saat ini, kami telah menjadi official merchant hampir di seluruh marketplace yang ada di Indonesia. Status penjual hanya dapat diraih melalui undangan atau jika brand tersebut telah memiliki reputasi yang cukup baik di pasar online. Hingga hari ini, kami telah memproses dan menjahit lebih dari 500.000 meter bahan dan memiliki omzet puluhan miliar. Target utama Broodis yakni menjadi online brand pakaian pria nomor 1 di Indonesia."

Defri menjelaskan, pihaknya juga telah menjalankan beberapa kampanye yang memiliki tujuan sosial. Salah satunya #CollabsWithBroodis, suatu gerakan bersama untuk mempromosikan tempat wisata atau spot menarik di tiap kota di Indonesia melalui kemeja Broodis.

"Selama campaign, kami membagi-bagikan ratusan kemeja ke followers sebagai representatif kota masing-masing untuk mereka foto di spot wisata yang menarik, unik, dan patut dikunjungi di kota mereka masing-masing," ungkapnya.

Dalam masa pandemi covid-19, Broodis telah melaksanakan dua social campaign yang cukup berhasil. Pertama, #BersatuSalingBantu berkolaborasi dengan @dr.tirta bertujuan menggalang dana untuk disumbangkan ke garda terdepan covid-19 yaitu para petugas kesehatan berupa santunan tunai.

Kedua, #BantuMerekaBernafas yaitu kampanye berupa 1 Like = 1 Masker. Ia bekerja sama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap) yang berhasil menyumbangkan uang tunai setara dengan 10.000 masker.

"Trust & reliability menjadi kunci Broodis untuk terus berkembang dan bertahan hingga sekarang. Keluhan pelanggan selalu kami jadikan sumber utama ilmu kami untuk maju dan terus memberikan pengalaman belanja online terbaik bagi customer Broodis," pungkasnya. (RO/OL-14)

Baca Juga

dok.tangkapan layar

Generasi Emas, Kementan Tekankan Pembinaan Petani Milenial

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 16 Januari 2022, 22:18 WIB
PERAN generasi muda sangat sentral dalam pembangunan nasional, dimana jumlah penduduk usia produktif akan berada di titik tertinggi sebagai...
Antara

Presiden Setujui Insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Otomotif

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 16 Januari 2022, 21:45 WIB
Selain insentif PPnBM mobil baru, Preside juga menyetujui pemberian insentif PPn...
DOK/BOGASARI

Pembuat Roti Kaget dan Terharu Dapat 50 Gram Emas dari Bogasari

👤Media Indonesia 🕔Minggu 16 Januari 2022, 18:50 WIB
Berusia 50 Tahun, Bogasari  menggelar beragam apresiasi untuk pelaku UKM berbasis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya