Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen menuturkan, kebijakan yang tepat di bidang kesehatan dan ekonomi menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk pulih dari dampak pandemi covid-19.
“Sama dengan negara lain, Indonesia juga mengalami resesi. Perjalanan menuju pemulihan akan panjang dan penuh tantangan. Kebijakan kesehatan publik dan perekonomian menjadi kunci dalam pemulihan,” ujarnya dalam peluncuran Indoensia Economy Prospect secara virtual, Kamis (17/12).
Satu menambahkan, pemerintah Indonesia perlu konsisten dalam menangani masalah kesehatan dan tetap menjadikannya prioritas utama. Kemampuan untuk melakukan tes dan pelacakan menjadi modal awal dalam menangani masalah di bidang kesehatan. Hal tersebut kemudian perlu dilanjutkan dengan meyakinkan masyarakat terkait pentingnya vaksin.
Lalu, pemerintah Indonesia juga diminta untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dalam negeri di era pandemi. Mulai dari kebutuhan pangan hingga lapangan pekerjaan menjadi tugas berat pengambil kebijakan untuk ditangani.
Hal berikutnya ialah perlunya strategi mumpuni dalam mengelola dan mengeluarkan kebijakan fiskal. Sebab, kata Satu, itu dapat membawa Indonesia pada exit strategy dalam skala besar yang berdampak baik pada perekonomian nasional. “Perlu memprioritaskan rencana fiskal dan perpajakan untuk mengurangi pembiayaan,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ralph van Doorn menuturkan, perekonomian Indonesia diprediksi akan pulih dan tumbuh di kisaran 4,4% pada 2021. Asalkan prioritas penanganan kesehatan dan agenda pemulihan ekonomi tidak bergeser di tahun depan.
“Akan ada rebound di 2021, tapi ada beberapa hal yang mungkin terjadi. Maka kami menyarankan Indonesia tetap fokus pada penanganan kesehatan. Memberikan dukungan kepada rumah tangga dan usaha kecil. Lalu reformasi pajak dan kebijakan fiskal,” ujarnya.
Sedangkan di 2020, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh -2,2%. Itu karena terbatasnya mobilitas ekonomi nasional dan lambatnya pemulihan ekonomi dalam negeri yang utamanya disebabkan oleh faktor eksternal.
Ralph bilang, defisit Indonesia di 2020 yang dipatok sebesar 6,34% dan berangsur turun di 2021 menjadi 5,7% diperkirakan akan tertolong oleh surplusnya neraca dagang. Tapi, surplus neraca dagang yang mempersempit defisit itu hanya akan berlaku dalam jangka pendek selama pemulihan berjalan.
Bahkan bila tidak ada perbaikan dan peningkatan mutu dalam penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi, Indonesia diperkirakan hanya akan tumbuh di kisaran 3,1%. Oleh karenanya Bank Dunia memberikan empat rekomendasi agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat tumbuh sesuai ekspektasi.
Empat rekomendasi itu ialah fokus pada penanganan kesehatan; terus memberikan dukungan kepada usaha kecil menengah dan rumah tangga untuk mendongkrak konsumsi; perlunya reformasi kebijakan fiskal utamanya pajak guna meningkatkan penerimaan negara; dan reformasi struktural agar ketika pulih dengan tingkat stabilitas yang baik dan memperkokoh pondasi ekonomi Indonesia.
Sedangkan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis agenda pemulihan ekonomi nasional yang diusung pemerintah dapat berjalan dengan baik di triwulan IV 2020. “Proses pemulihan itu sedang berjalan dan kami optimis pada triwulan IV tahun ini pertumbuhan ekonomi akan sedikit lebih baik,” pungkasnya. (E-1)
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved