Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
APLIKASI Sistem Informasi Tol Laut (SITOLAUT) disebut mampu memantau disparitas harga di berbagai daerah. Hal itu diungkapkan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Antoni Arif Priyadi.
"Monitoring kegiatan ini menunjukkan kesungguhan dan komitmen semua instansi baik dari sisi pengangkutan perdagangan dan distribusi barang," ujar Antoni dalam launching Aplikasi SITOLAUT, Selasa (15/12).
Pengembangan sistem SITOLAUT 2020 sudah melalui assesment bersama Kemendag. Dalam hal ini, untuk perbaikan aplikasi penunjang tol laut.
Baca juga: Meningkat, Menhub Sebut Kini Ada 26 Trayek Tol Laut
"Kemenhub juga telah melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis terkait SITOLAUT pada 10 pelabuhan singgah tol laut pada November 2020," imbuh Antoni.
Sosialisasi serta bimbingan dilakukan di pelabuhan wilayah Makassar, Tahuna, Padang, Ambon, Timika, Natuna, Saumlaki, Aceh, Kupang dan Nabire.
Sebelumnya, aplikasi penunjang dilaksanakan dengan nama Logistic Communication System (LCS) pada 2011. Seiring penambahan fitur baru dan pengembangan kemudahan layanan khusus, namanya kemudian diubah menjadi SITOLAUT.
Baca juga: Jumlah Penumpang Libur Nataru Diprediksi Turun Tajam
Aplikasi SITOLAUT diluncurkan untuk menunjang kegiatan operasional tol laut. Serta, menyediakan sistem tracking distribusi dari supplier hingga consignee (pembeli barang). Sehingga, pemerintah dapat melakukan pengawasan langsung.
Dasar hukum penerapan aplikasi SITOLAUT ialah Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2008, UU Nomor 7 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2010.
"Aplikasi ini diharapkan meningkatkan pelayanan agar berjalan cepat, transparan dan standar biaya yang minimal. Sehingga, meningkatkan konektivitas pada daerah tertinggal dan perbatasan," pungkasnya.(OL-11)
Layanan Tol Laut di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dinilai belum mampu menjawab kebutuhan logistik daerah secara optimal,
Kehadiran kapal logistik Pelni terbukti mampu menekan disparitas harga bapokting, khususnya di wilayah Indonesia timur.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan tujuan utama program Tol Laut adalah mengurangi disparitas harga barang di berbagai wilayah, khususnya di Indonesia bagian timur.
Menhub Budi Karya Sumadi optimistis program tol laut bakal berlanjut di masa pemerintahan baru presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Program tol laut merupakan salah satu program strategis yang bertujuan untuk melancarkan distribusi logistik antarwilayah, dan menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved