Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Alimuddin Baso menyampaikan, paket tersebut dibagikan pada 348 orang nelayan di Kota Bengkulu. Paket yang dibagikan terdiri dari mesin penggerak, konverter kit, 2 buah tabung LPG 3 kg, serta aksesoris pendukung lainnya (reducer, regulator, mixer, dan lainnya).
“Kriteria nelayan penerima tercantum dalam Perpres Nomor 38 Tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Penangkap Ikan bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air untuk Petani Sasaran. Jadi bagi mereka yang tidak memenuhi persyaratan, tidak akan diberikan paketnya,” ungkap Alimudin dalam acara tersebut belum lama ini.
Ia menjelaskan, kriteria nelayan yang mendapat bantuan harus memenuhi kriteria, yaitu memiliki kartu identitas nelayan, menggunakan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan, memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT) yang daya mesinnya di bawah 13 Horse Power (HP), serta belum pernah mendapat bantuan serupa dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Alimudin meminta agar nelayan Kota Bengkulu yang belum menerima paket konversi tahun ini tidak berkecil hati. Sebab pada 2021, pemerintah akan membagikan 28.000 paket.
Agar program berjalan lancar, ia meminta agar Pemda Kota Bengkulu dapat segera menyampaikan usulan nelayan calon penerima untuk kemudian ditindaklanjuti.
“Tahun depan paket yang dibagikan cukup banyak. Kalau bisa bulan Desember 2020 sudah masuk data usulannya agar bisa kami follow up,” ungkapnya.
Sebelum digunakan untuk melaut, para nelayan akan mendapatkan bimbingan teknis dari petugas terkait. Ia berharap paket tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup nelayan.
“Paket ini gratis, jangan dijual. Insya Allah menambah rezeki dan pengeluaran keluarga juga berkurang karena harga LPG 3 kg lebih murah dari BBM. Kalau kita gunakan sesuai peruntukan, bisa bermanfaat,” pesannya.
Seperti yang dikahui, pada 2020 merupakan tahun ke-5 pelaksanaan kegiatan pendistribusian paket konversi untuk nelayan oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM. Hingga 2019, telah dibagikan 60.859 paket. Sedangkan pada 2020 dibagikan 25.000 paket.
Penyerahan paket konversi di Kota Bengkulu secara simbolis dilakukan di Kantor DKP Kota Bengkulu, oleh Irjen ESDM Akhmad Syahroza, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, Karo Hukum KESDM M. Idris F Sihite, serta Pj Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi. (Gan/S1-25)
Dalam pengungkapan ini, polisi menetapkan tiga orang tersangka berinisial PBS, SH, dan JH.
Ketiga korban yang meninggal adalah ayah dan dua anak balitanya, sedangkan sang ibu masih dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan itensif di rumah sakit.
Ledakan di Pamulang, Tangerang Selatan, diduga berasal dari tabung gas. Puslabfor Polri menemukan bukti berupa tabung gas, kompor, dan selang regulator.
Kebocoran gas LPG yang diakibatkan kurang tepatnya memasang regulator hingga kebocoran selang gas bisa menjadi pemicu utama terjadinya ledakan dan kebakaran.
Tiga orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit akibat ledakan tabung gas di sebuah rumah di Jalan Tipar Cakung Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara.
Ledakan hebat terjadi di tempat yang diduga menjadi lokasi pengoplosan gas elpiji di kawasan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved