Minggu 06 Desember 2020, 05:25 WIB

Dukung SWF Indonesia, Jepang Siap Investasi Rp57 Triliun

(Des/Aiw/E-3) | Ekonomi
Dukung SWF Indonesia, Jepang Siap Investasi Rp57 Triliun

Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

 

JEPANG melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) siap mendukung Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia dengan menginvestasikan US$4 miliar atau setara Rp57 triliun.

Penegasan Jepang itu disampaikan Gubernur JBIC Maeda Tadashi dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Tokyo, Jumat (4/12).

“JBIC siap mendukung pendanaan SWF Indonesia sebesar US$4 miliar, dua kali lipat lebih besar dari yang disampaikan US International Development Finance Corporation (DFC) atau lembaga pembiayaan asal Amerika Serikat,” ujar Luhut dalam keterangan resmi KBRI Tokyo, kemarin.

Selain bertemu dengan Gubernur JBIC, Luhut yang didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi melanjutkan lawatan di Tokyo dan melakukan pertemuan maraton dengan tidak kurang dari 20 investor potensial Jepang lainnya yang bergerak di bidang keuangan dan energi.

Dubes Heri mengatakan JBIC akan menjadi salah satu lembaga keuangan yang berpartisipasi dalam master fund SWF Indonesia yang disebut Nusantara Investment Authority (NIA). “Dukungan dari JBIC dan pemerintah Jepang tentunya akan memperkuat ikatan kerja sama strategis Indonesia–Jepang serta semakin menarik sektor swasta Jepang lainnya berinvestasi di Indonesia,” ungkap Heri.

Menurut Menteri BUMN, komitmen yang disampaikan Gubernur JBIC tersebut akan segera ditindaklanjuti di tingkat teknis dan investasi JBIC diharapkan dapat mulai masuk ke Indonesia pada kuartal I 2021.

“Peraturan pemerintah (PP) yang mengatur SWF Indonesia akan selesai pada pertengahan Desember ini dan tentunya PP tersebut akan semakin mempercepat pembentukan lembaga dana abadi Indonesia,” ujar Erick.

Luhut dan Erick dijadwalkan akan langsung bertolak ke Abu Dhabi dan Arab Saudi, kemarin waktu setempat guna menjajaki dukungan, untuk pembentukan
NIA kepada pihak-pihak terkait lainnya.

Dalam lawatan ke ‘Negeri Sakura’ itu, Luhut dan Erick juga bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Kajiyama Hiroshi.

Luhut menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus memberikan kepastian hukum bagi investor Jepang. “Dengan adanya omnibus law UU Cipta
Kerja, tentunya peraturan perpajakan Indonesia akan semakin baik,” tutur Luhut.

Sejumlah agenda strategis kerja sama bilateral Indonesia–Jepang turut diangkat Luhut dalam pertemuan tersebut, termasuk komitmen Jepang untuk realisasikan MRT Jakarta fase II tepat waktu. (Des/Aiw/E-3)

Baca Juga

ANTARA/Oky Lukmansyah

Industri Makanan Minuman Tumbuh Positif saat Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:44 WIB
Data tersebut diketahui berasal laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperlihatkan jumlah ouput industri makanan dan minuman dari...
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Sriwijaya Air Tambah Kompensasi Ahli Waris Korban Jadi Rp1,5 M

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:35 WIB
Kewajiban untuk membayar ganti rugi kepada perwakilan atau ahli waris korban tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun...
Dok MI

Sandiaga: OJK Sepakati Kredit Pemulihan Parekraf Rp3 Triliun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:05 WIB
Mereka yang tercatat sebagai penerima kredit, lanjut Sandiaga, akan mendapatkan bantuan dengan jumlah minimal sebesar Rp50 juta per...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya