Kamis 03 Desember 2020, 13:30 WIB

BKPM Putar Otak Agar Proyek Mangkrak kembali Jalan

Despian Nurhidayat | Ekonomi
BKPM Putar Otak Agar Proyek Mangkrak kembali Jalan

MI/Alexander P Taum
Ilustrasi proyek mangkrak

 

KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyayangkan mangkraknya proyek yang dikerjakan PT Meratus Jaya Iron & Steel (PT MJIS) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Hal itu membuat eksekusi proyek investasi ikut mangkrak padahal menjadi salah satu misi yang harus diselesaikan oleh BKPM.

Menurut Bahlil, PT MJIS mengalami berbagai kendala dalam menjalankan investasinya antara lain kendala bahan baku, infrastruktur, dan pemasaran. PT MJIS yang merupakan anak usaha PT Krakatau Steel, tercatat memiliki rencana investasi senilai Rp3,9 triliun di sana.

"Kita lihat ini sebenarnya sayang banget. Investasinya sudah terealisasi Rp2 triliun yang berjalan. Kita sekarang bersama-sama akan cari formulasi yang tepat. Ini harus menjadi sumber pendapatan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Tanah Bumbu, yang pada akhirnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Intuisi saya sebagai mantan pengusaha, ini barang bagus. Ini cuma harus dipoles sedikit," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Kamis (3/12).

Bahlil menambahkan, Kabupaten Tanah Bumbu dapat dijadikan salah satu pilihan lokasi investasi bagi investor. BKPM terus mendorong terwujudnya investasi yang berkualitas, salah satunya dengan pemerataan investasi yang tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa. Bahlil yakin masuknya investasi ke daerah akan ada multiplier effects yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

"Jadi investasi itu seperti kereta. Ada gerbong dan lokomotifnya. Nah, anggap investasi ini lokomotifnya, dan gerbongnya nanti ikut. Itu multiplier effects-nya. Jadi ekosistemnya akan jalan, dan kawasan ekonomi ini akan bisa berjalan juga dengan baik," ujar Bahlil.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim optimistis akan ada solusi dalam waktu dekat atas mangkraknya PT MJIS yang sudah tidak beroperasi sejak 2015 lalu tersebut.

Silmy menyampaikan apresiasinya kepada Kepala BKPM dan Ketua Umum Hipmi yang telah melihat langsung kondisi proyek tersebut. Harapannya, kolaborasi itu akan menghasilkan solusi nyata, sehingga dapat bermanfaat bagi Indonesia, khususnya masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu.

"Kita harus cari solusi apa yang tepat dan berdaya saing, serta mengedepankan sumber komoditi dari Indonesia. Sehingga harapan kami, yang tadinya menjadi beban, bisa menjadi suatu potensi. Kalau Kepala BKPM sudah turun tangan, ini biasanya tidak terlalu lama lagi ada solusi," kata Silmy. (E-2)

Baca Juga

Antara/Maulana Surya

BKPM: Agar Naik Kelas, UMKM Perlu Bermitra

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 17 Januari 2021, 16:33 WIB
BKPM siap memfasilitasi kerja sama antara pengusaha skala besar dan pelaku UMKM. Kemitraan juga akan memberikan multiplier effects kepada...
Antara/Aprillio Akbar

Cegah Kecelakaan Pesawat, AP II dan AirNav Perkuat Koordinasi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 17 Januari 2021, 16:12 WIB
Kedua perusahaan berupaya memastikan keamanan pergerakan pesawat selama di bandara. Kolaborasi AP II dan AirNav diwujudkan melalui konsep...
Antara/Sigid Kurniawan

Hoaks, Pembukaan Pendaftaran Gelombang XII Kartu Prakerja

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 17 Januari 2021, 15:19 WIB
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan tidak memberikan informasi pribadi ke dalam situs yang bukan milik manajemen pelaksana. Adapun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya