Jumat 27 November 2020, 13:07 WIB

PT Emdeki Utama Proyeksikan Capai Penjualan 20.258 Ton Akhir 2020

mediaindonesia.com | Ekonomi
PT Emdeki Utama Proyeksikan Capai Penjualan 20.258 Ton Akhir 2020

DOK PT EMDEKI UTAMA
PT Emdeki Utama Proyeksikan Capai Penjualan 20.258 Ton Akhir 2020

 

Produsen kalsium karbida atau karbit PT Emdeki Utama Tbk memproyeksikan volume penjualan sampai akhir tahun ini bisa tumbuh setidaknya 1,3% (yoy) atau mampu mencapai 20.258 ton sejalan dengan kondisi industri baja nasional.

Direktur Independen Emdeki, Chakravarthi Kilambi mengatakan penjualan karbit sampai September atau kuartal III/2020 mencapai 14.775 ton dengan pencapaian laba Rp30,42 miliar.

“Melihat kondisi penjualan kita tahun ini di tengah pandemi yang masih tumbuh, maka sampai akhir tahun diharapkan volume penjualan kita mencapai 20.258 ton naik dibandingkan tahun lalu 20.260 ton. Sedangkan laba sampai Desember ini juga diharapkan mencapai 43,92 miliar atau naik 35,09% dibandingkan 2019 yakni Rp32,51 miliar,” jelasnya dalam paparan publik, Kamis (26/11/2020).

Direktur Emdeki, Vincent Secapramana mengatakan karbit biasanya digunakan untuk pembuatan gas acetylene (C2H2) atau gas yang digunakan untuk memotong dan mengelas besi dan baja.

“Sesuai kegunaanya, maka produksi kami cukup bergantung pada industri besi dan baja termasuk industri perkapalan, pertambangan, karoseri mobil dan industri kecil,” katanya.

Dia mengatakan ketidakpastian kebijakan perdagangan global juga dibarengi dengan adanya pandemi Covid-19 telah membayangi pertumbuhan dari negar amitra dagang utama dengan proyeksi yang melambat serta menumbuhkan risiko negatif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Akan tetapi dengan kerja keras dan terukur dari seluruh jajaran, perseroan masih mampu menjaga stabilitas pertumbuhan dengan cukup baik sehingga kami optimistis dengan proyeksi ke depan,” imbuhnya.

Vincent menambahkan, rencana pengembangan dan diversifikasi usaha yakni memproduksi Carbide Desulphuriser Tahap II Cilegon juga mengalami kendala akibat pandemi. Sedangkan pembangunan pabrik Carbide Desulphuriser Tahap I di Gresik telah selesai September tahun lalu dan telah beroperasi normal.

“Untuk pabrik Tahap II di Cilegon Banten masih dipertimbangkan untuk ditunda sambil menunggu perkembangan positif dari pabrik baja di wilayah Cilegon,” imbuhnya.

Dia menambahkan rencana lain perseroan yang tertunda yakni diversifikasi usaha dengan pembangunan pabrik Ferro Silica di Gresik dengan kapsitas 7.000 ton/tahun. (RO/OL-10)

Baca Juga

Ist

Indonesia Miliki Business Coach Bereputasi Internasional

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 17:58 WIB
Pemilik prestasi itu adalah Coach Yusman, yang tercatat sebagai Top 50 Coach terbaik di dunia sejak 2016 sampai sekarang, dan kini...
Dok. IdeaFest 2022

IdeaFest 2022 Reality Re:defined : Kolaborasi Akbar Insan dan Komunitas Industri Kreatif Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 17:24 WIB
IdeaFest 2022 bekerja sama dengan lebih dari 180 pelaku kreatif, lebih dari 30 komika, dan lebih dari 30 tenant kuliner untuk menghadirkan...
Dok. BPJS Ketenagakerjaan

Semarakkan Sail Tidore 2022, BPJS Ketenagakerjaan Ajak Seluruh Pekerja Peduli Jaminan Sosial

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 16:00 WIB
Dengan iuran yang terjangkau mulai dari Rp36.800 per bulan, para pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) bisa mendapatkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya