Kamis 26 November 2020, 08:43 WIB

BRI Ventura Kumpulkan Pendanaan Startup hingga Rp150 Miliar

mediaindonesia.com | Ekonomi
BRI Ventura Kumpulkan Pendanaan Startup hingga Rp150 Miliar

DOK BRI
CEO BRI Ventures Nicko Widjaja

 

PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures), perusahaan modal ventura (CVC) milik Bank BRI, telah berhasil mengumpulkan pendanaan dari investor sebesar Rp150 miliar, atau lebih dari setengah yang ditargetkan untuk Dana Ventura Sembrani Nusantara.

Dana Ventura itu untuk membangun pipeline bagi para ‘sembrani’--istilah-- yang digunakan oleh BRI Ventures untuk menggambarkan startup lokal yang berkelanjutan setelah era unicorn.

CEO dari BRI Ventures Nicko Widjaja menyampaikan, sejak diluncurkannya, Dana Ventura Sembrani Nusantara akan fokus berinvestasi kepada startup yang memiliki potensi untuk mendapatkan pertumbuhan yang 'sustainable' dan menghasilkan kinerja pertumbuhan yang realistis.

Para investor yang bergabung di dalamnya sebagian besar berbasis di Indonesia, termasuk perusahaan modal ventura Celebes Capital, Grab Holding, Fazz Financial Group, Investree, dan investor bisnis terkemuka Pandu Sjahrir.

“Kami senang sekali dengan tanggapan positif yang dihasilkan dari para investor Dana Ventura Sembrani Nusantara pada periode pendanaan pertama ini. Seluruh investor ini merupakan mereka yang memiliki pengalaman berinvestasi di perusahaan rintisan, dan mereka yang percaya terhadap ekosistem digital di indonesia,” jelas Nicko dalam keterangan resmi, kemarin.

Menurut Nicko, Dana Ventura Sembrani Nusantara melirik area investasi di luar sektor teknologi finansial (fintech)?. Hal ini sesuai dengan tesis investasi beyond fintech, dan juga berfokus kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal ini tentu akan memperkuat Bank BRI sebagai lembaga keuangan mikro terbesar di dunia, dan sesuai dengan pilar sektor EARTH  yang merupakan singkatan dari edukasi, agro-maritim, ritel, transportasi/logistik, dan kesehatan. Selain memiliki dukungan dari Bank BRI, Dana Ventura Sembrani Nusantara juga menggandeng superapp regional Grab sebagai salah satu investor.

“Grab merupakan salah satu unicorn yang percaya dengan kearifan lokal Indonesia dalam menumbuhkan ekosistem yang sejalan dengan tesis investasi kami untuk Sembrani Nusantara, dan tentunya akan membawa investasi Indonesia ke panggung dunia,” jelas Nicko.

Selain itu, lanjut dia, Dana Ventura Sembrani Nusantara juga mendapatkan dukungan dari Celebes Capital, salah satu pemain modal ventura awal di Indonesia. Bahkan, ada juga investor lainnya, Pandu Sjahrir, yang telah membawa pengalaman puluhan tahun dan jaringan bisnis di Indonesia.

Ada pula direktur dari perusahaan produsen batu bara termal terbesar Toba Bara, yang juga menjabat sebagai Direktur Pelaksana Indies Capital Partners dan Anggota Dewan Direktur di dua perusahaan teknologi terbesar di Asia Tenggara yaitu SEA dan Gojek.

Tidak hanya itu, Dana Ventura Sembrani Nusantara juga menggandeng inovator fintech Investree yang merupakan pelopor pinjaman P2P di Indonesia sebagai investor. Platform fintech lending ini telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp2,6 triliun selama 2019, l?ebih dari dua kali lipat yang disalurkan pada 2018 yakni Rp1 triliun.

Dengan menjadi salah satu investor, Investree akan bekerja sama dengan BRI Ventures untuk menciptakan produk venture debt? di bawah naungan Dana Ventura Sembrani Nusantara yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Seperti diberitakan, dampak covid-19 telah dirasakan di setiap negara di Asia Tenggara. Pada paruh pertama 2020, jumlah investasi ke startup teknologi mengalami penurunan 15%. Indonesia masih mengalami titik cerah dengan mencatatkan 75% dari seluruh investasi startup yang masuk ke Asia Tenggara tersebut.

Dengan komposisi sebagian besar investor Dana Ventura Sembrani Nusantara yang berasal dari Indonesia, para pengamat berharap ekosistem startup lokal akan mampu menjadi pesaing kelas dunia serta menghasilkan lebih banyak perusahaan rintisan yang akan menjadikan industri modal ventura di Indonesia menjadi lebih dinamis.

Salah satu langkah mewujudkan visi tersebut ialah memastikan semua aspek siklus investasi berjalan dengan baik, lewat penawaran umum perdana (IPO) sebagai langkah awal untuk menjadi semakin berkelanjutan.

Hal ini dilaksanakan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BRI Ventures dan Bursa Efek Indonesia pada 11 November 2020 alu, dengan maksud membantu lebih banyak startup untuk IPO di bursa lokal. (Gan/S2-25)

Baca Juga

Antara

Perekomian di Jawa Paling Terpukul Akibat Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:30 WIB
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kota-kota besar Pulau Jawa memengaruhi minat investor menanamkan...
Antara

Sandiaga : Dana Wakaf Dapat Mempertahankan Lapangan Kerja

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:00 WIB
"Dana wakaf ini insyaallah akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kegiatan sosial yang lebih luas, apalagi di tengah pandemi...
Antara

Anggaran Kemenhub Dipangkas Rp12,4 T untuk Vaksinasi Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 20:49 WIB
Seperti diketahui, pemangkasan tersebut terjadi setelah ada instruksi dari Kementrian Keuangan melakukan refocusing anggaran 2021 soal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya