Selasa 24 November 2020, 03:10 WIB

UMKM Paling Besar Serap Anggaran Pemulihan

Despian Nurhidayat | Ekonomi
UMKM Paling Besar Serap Anggaran Pemulihan

Dok. Pribadi
Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Ubaidi Socheh Hamidi.

 

DARI realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) per Rabu (18/11/2020) sebesar Rp408,61 triliun, sektor UMKM mencatat serapan tertinggi, yakni Rp96,61 triliun. Hal itu dikemukakan Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Ubaidi Socheh Hamidi dalam Webinar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021 di Jakarta, kemarin.

“Realisasi UMKM cukup besar, Rp96,61 triliun atau 84,1% dari pagu Rp114,81 triliun. Program ini mendorong lahirnya unit usaha baru. UMKM yang berusaha dibantu buruh tidak tetap mendorong penciptaan lapangan kerja untuk 1,13 juta orang,” kata Ubaidi.

Adapun jumlah UMKM yang berusaha sendiri juga naik sekitar 40 ribu orang. “Jadi, indikasi usaha menengah besar menurun beralih ke UMKM,” ujar Ubaidi.

Dalam pemaparannya, Ubaidi menjelaskan total serapan anggaran PEN yang mencapai Rp408,61 triliun (58,7%) dari pagu sebesar Rp695,2 triliun.

Realisasi itu mencakup enam klaster, yaitu kesehatan Rp37,31 triliun (38,4%) dari pagu Rp97,26 triliun, perlindungan sosial Rp193,07 triliun (82,4%) dari pagu Rp234,33 triliun, sektoral K/L dan pemda Rp35,33 triliun (53,6%) dari pagu Rp65,97 triliun, insentif dunia usaha Rp44,29 triliun (36,7%) dari pagu Rp120,6 triliun, pembiayaan korporasi Rp2 triliun (3,2%) dari pagu Rp62,2 triliun, dan UMKM sebesar Rp96,61 triliun (84,1%) dari pagu Rp114,81 triliun.

“Perlindungan sosial yang menyerap 82% mampu menjaga konsumsi warga miskin dan rentan miskin. Program pelindungan sosial dapat menghentikan laju kemiskinan di 2020,” ujar Ubaidi.

Di sisi lain, Komisi IV DPR berharap rencana kolaborasi BUMN untuk pengembangan sektor UMKM perlu segera diwujudkan untuk memperbesar jumlah warga yang mendapat akses ke lembaga keuangan formal.

“Banyak UMKM belum tersentuh layanan perbankan. Ini harus dibenahi dari pangkalnya melalui pembentukan database terpadu,” ungkap anggota Komisi VI DPR Mukhtarudin melalui rilisnya, kemarin.

Keinginan membentuk sinergi pemberdayaan UMKM juga pernah dikemukakan Menteri BUMN Erick Thohir. “Kami coba sinergikan dengan BRI, Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani untuk program satu data.” (Des/Try/X-3)

Baca Juga

Ist/Sariraya

Kerja Sama RI-Jepang, Peluang UMKM Kembangkan Bisnis ke Jepang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 20:34 WIB
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi pelaku UMKM agar memanfaatkan peluang dari perjanjian perdagangan dan...
DOK BRI

Rangkul Fans MLBB, BRI Rilis BRIZZI Edisi Spesial Mobile Legend

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 18:38 WIB
Saat ini BRIZZI telah menjadi salah satu alat pembayaran atau e-wallet bagi banyak...
Antara

Februari, Daging Sapi Impor Masuk Indonesia

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 24 Januari 2021, 15:04 WIB
Kementan menyebutkan impor daging sapi bakalan akan datang pada Februari 2021. Upaya impor tersebut untuk menjaga stabilitas harga dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya