Kamis 12 November 2020, 12:25 WIB

Daya Saing Indonesia Naik Kelas, Tinggalkan Vietnam

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Daya Saing Indonesia Naik Kelas, Tinggalkan Vietnam

ANTARA/Yulius Satria Wijaya
KEMENPERIN DORONG SEKTOR MANUFAKTUR: Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat alat elektronik rumah tangga.

 

KEMENTERIAN Perindustrian melaporkan naiknya indeks daya saing industri Indonesia, bahkan mengalahkan Vietnam.

Berdasarkan Industrial Development Report 2020 yang dirilis Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNIDO, Indonesia berada di urutan ke-38 dari total 150 negara dalam peringkat Competitive Industrial Performance (CIP) Index pada 2019. Posisi itu naik dibanding tahun 2018 yang menempati peringkat ke-39.

"Terkait hal tersebut, Indonesia masuk ke dalam kategori Upper Middle Quintile dan memiliki peringkat lebih tinggi daripada India (peringkat ke-39), Filipina (peringkat ke-41), dan Vietnam (peringkat ke-43)," ujar Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Dody Widodo.

Sektor industri di Indonesia dinilai Dody mempunyai daya saing yang kuat dengan berbagai produknya yang kompetitif terhadap barang impor. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari peran pemerintah yang mendorong penggunaan teknologi digital sesuai implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0

Oleh karena itu, lanjut Dody, pihaknya aktif memfasilitasi perluasan pasar industri nasional di kancah internasional melalui kerangka kerja sama yang komprehensif dengan negara-negara potensial.

"Upaya peningkatan daya saing industri kita salah satunya dapat dilakukan melalui pemanfaatan kerja sama internasional, baik bilateral maupun multilateral, termasuk juga kerja sama Indonesia dengan UNIDO,” jelas Dody.

Kemenperin menyebut, kerja sama Indonesia-UNIDO yang diterapkan saat ini melalui dokumen Indonesia-UNIDO Country Programme 2016-2020 telah membantu Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional serta perkembangan industri dalam negeri.

"Proyek-proyek kerja sama, baik itu yang telah selesai maupun sedang berjalan, mampu memberikan dampak positif bagi industri di Tanah Air untuk mencapai kegiatan produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan," tegas Dody.

Ia menambahkan, proyek-proyek kerja sama yang mengakomodasi kepentingan dan kebutuhan industri dalam negeri tersebut membantu peningkatan kualitas dan kapasitas produksi sehingga daya saingnya semakin meningkat. (E-2)

Baca Juga

Antara/Bayu Pratama S

Kementerian PUPR Fokuskan 3 Langkah ini Tangani Banjir di Kalsel

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 19 Januari 2021, 01:35 WIB
"Prioritas pertama ialah untuk infrastruktur jembatan yang rusak saya sudah meminta dalam 3-4 hari bisa diselesaikan sehingga...
Antara/Sigid Kurniawan

Asosiasi Tawarkan Pemerintah Adakan Vaksinasi Covid-19 di Mal

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 19 Januari 2021, 01:32 WIB
"Kami menawarkan tempat kami untuk pemerintah mengadakan vaksinasi di pusat belanja, sehingga lebih cepat terdistribusi," kata...
Antara/Sigid Kurniawan

Asosiasi Tawarkan Pemerintah Adakan Vaksinasi Covid-19 di Mal

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 19 Januari 2021, 01:31 WIB
"Kami menawarkan tempat kami untuk pemerintah mengadakan vaksinasi di pusat belanja, sehingga lebih cepat terdistribusi," kata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya