Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKTOR pertanian harus terus didorong untuk melanjutkan pertumbuhan positif pada tahun depan. Mengingat kinerja sektor ini mampu tumbuh positif di tengah kontraksi ekonomi 2020.
"Kami harapkan tren positif sektor pertanian bisa terjadi pada tahun depan. Karena itu pertumbuhan sektor ini patut terus didorong," ujar Kepala Riset Center for Indonesian Policy Study (CIPS) Felippa Ann Amanta saat dihubungi, Jumat (6/11).
Felippa mengimbau pemerintah untuk lebih memperhatikan distribusi dan logistik di sektor pertanian. Sehingga, penyaluran untuk bahan baku sektor pertanian dan penyaluran hasil pertanian tetap lancar.
Baca juga: Panen Raya, Sektor Pertanian Tumbuh di Kuartal III 2020
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 masih terkontraksi, yakni minus 3,49%. Namun, sektor pertanian menjadi satu-satunya yang tumbuh positif dengan capaian 2,15%.
Menurut Felippa resiliensi sektor pertanian selama pandemi covid-19 patut dipuji. Itu seiring dengan pemulihan ekonomi secara bertahap.
"Ini bisa dilihat dari permintaan untuk pangan, seperti buah dan sayuran, yang semakin membaik. Perdagangan global juga mulai kembali normal. Permintaan komoditas perkebunan juga masih cukup kuat," imbuhnya.
Baca juga: Ekonomi Kontraksi, Sektor Pertanian Masih Tumbuh Positif
Adapun pertumbuhan sektor pertanian tidak lepas dari peningkatan harga komoditas di pasar global, seperti kelapa sawit dan kedelai.
"Pertanian, kehutanan dan perikanan mendominasi industri pengolahan lapangan usaha sebesar 14,68%. Peranan pertanian dan beberapa industri lainya dalam perekonomian Indonesia mencapai 54,13%," jelas Kepala BPS Suhariyanto, Kamis (5/11).
Berdasarkan catatan BPS, tedapat 7 sektor lapangan usaha yang tumbuh positif secara tahunan. Sejumlah sektor itu mencakp pertanian, real estat, jasa kesehatan dan pengadaan air.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved