Kamis 05 November 2020, 19:45 WIB

Tiga Bandara Jadi Lokasi Pengembangan Listrik Tenaga Surya

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Tiga Bandara Jadi Lokasi Pengembangan Listrik Tenaga Surya

MI/Usmana Fandi
Suasana Bandara Banyuwangi yang sudah menggunakan konsep green energy.

 

PT Angkasa Pura (AP) II dan PT Len Industri menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Kajian Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada Rabu (4/11).

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menuturkan sejalan dengan MoU tersebut akan dilakukan kajian teknis implementasi energi baru terbarukan (EBT) di tiga bandara yakni Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Kualanamu di Deli Serdang, dan Bandara Banyuwangi di Jawa Timur.

“Lokasi kajian teknis ditetapkan di tiga bandara kami rasa sudah sangat memadai. Bandara Soekarno-Hatta adalah bandara terbesar, kemudian Kualanamu adalah kedua terbesar, sementara Banyuwangi merupakan bandara yang pembangunannya sudah mengarah ke konsep green airport,” jelas Awaluddin dalam keterangannya Kamis (5/11).

Lebih lanjut, Awaluddin mengatakan tujuan penggunaan EBT di bandara PT Angkasa Pura II ialah melengkapi sumber listrik dari PLN, meminimalkan biaya konsumsi listrik, dan menerapkan konsep green airport.

“Misalnya di Bandara Soekarno-Hatta, penggunaan EBT sebesar 10% dari kebutuhan saja itu sudah sebesar 6,5 megawatt. Itu sudah termasuk cukup besar untuk penggunaan EBT,” ujar Muhammad Awaluddin.

Ia menyebut dalam dua tahun mendatang, PT Angkasa Pura II menargetkan penggunaan EBT di bandara-bandara dapat mencapai 10% dari total penggunaan/konsumsi listrik.

Implementasi EBT, kata Awaluddin, juga merupakan strategi perseroan di dalam mengimplementasikan Business Survival Initiatives di tengah pandemi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin mengatakan terkait kajian teknis EBT tersebut sudah lengkap.

"Nanti kajian tersebut bisa disinkronkan dengan Roadmap AP II untuk seluruh bandara, sehingga mendukung rencana jangka panjang AP II," tutur Zakky.

Di tempat yang sama, Direktur Konservasi Energi Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Hariyanto mengatakan kementerian akan melakukan kajian mengenai pengembangan EBT di Bandara Banyuwangi.

Seperti diketahui bahwa pada 22 Oktober 2020 PT Angkasa Pura II dan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM telah menandatangani MoU tentang Penerapan Konservasi Energi dan Pemanfaatan Energi Terbarukan Secara Berkelanjutan Pada Bandara Udara.

“Kajian teknis nanti bisa disinergikan. Kami akan mengawali (kajian teknis) di Bandara Banyuwangi, dengan melihat workprofile,” jelas Hariyanto. (E-3)

Baca Juga

Antara

DEN Dukung Langkah SKK Migas Tekan Emisi Karbon

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 01 Desember 2021, 14:50 WIB
Dewan Energi Nasional dukung langkah SKK Migas dalam penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 314,03 juta ton CO2 di...
MI/IRFAN

Pemerintah Diminta Fokus pada Kepentingan Nasional di KTT G20

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 01 Desember 2021, 14:46 WIB
Said Abdullah meminta pemerintah fokus mendorong kepentingan nasional dalam forum G20 untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah...
Antara

Medco E&P Pasok Gas Bagi PT Pupuk Sriwijaya

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Desember 2021, 14:43 WIB
PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) terus membuktikan dukungan terhadap industri domestik dengan kembali memasok gas bagi PT Pupuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya