Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH mendapatkan uang senilai Rp29,5 triliun dari hasil pelelangan tujuh Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (3/11). Kegiatan lelang itu menjadi bagian dari pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Tujuh SUN itu memiliki seri SPN12210205 (reopening), SPN12211104 (new issuance), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0080 (reopening), FR0083 (reopening) dan FR0076 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.
"Pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp29,5 triliun, lebih rendah dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya, dengan mempertimbangkan incoming bids pada lelang hari ini, yield atau imbal hasil SBN yang wajar di pasar sekunder serta rencana kebutuhan pembiayaan sampai dengan akhir tahun termasuk untuk pembiayaan program PEN," ujar Direktur SUN Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kemenkeu Deni Ridwan melalui keterangan tertulis, Selasa (3/11).
Adapun total penawaran kepada tujuh SUN yang dilelang ialah sebesar Rp66,268 triliun. Deni bilang, lelang SUN kali ini turut diwarnai aksi wait and see dari investor terkait hasil Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat.
Meski demikian penawaran yang masuk tergolong tinggi dengan bid to cover ratio mencapai 2,24 kali. Namun penawaran itu belum sebesar pada pelelangan SUN sebelumnya di tenor 10, 15 dan 5 tahun.
Deni mengatakan, imbal hasil yang ditawarkan investor pada pelelangan kali ini terbilang kompetitif. "Ini tercermin dari penurunan WAY (weighted average yield) untuk tenor 10 dan 15 tahun sebesar 10 dan 11 bps dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya," pungkas Deni. (OL-13)
Baca Juga: KPK Tahan Tiga Tersangka Baru Kasus PT Dirgantara Indonesia
Pelebaran defisit anggaran dalam revisi RAPBN 2026 berkonsekuensi pada penambahan utang yang signifikan.
Postur APBN tiap tahun terus tertekan karena dibebani utang jatuh tempo dalam jumlah besar.
Proyeksi hingga akhir tahun menunjukkan kebutuhan pembiayaan melalui utang mencapai Rp245 triliun–300 triliun, sehingga total utang pemerintah berpotensi menembus Rp9.400 triliun.
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp599.440Â miliar untuk pembayaran bunga utang 2026
UTANG pemerintah makin mencemaskan. Pada awal 2025 ini, total utang pemerintah pusat membengkak menjadi Rp8.909,14 triliun. Angka itu setara dengan 40,2% produk domestik bruto (PDB).
Utang negara adalah alat yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan dan merangsang perekonomian, tetapi juga membawa risiko jika dikelola dengan buruk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved