Senin 26 Oktober 2020, 05:15 WIB

Dana Asing masih Bertahan di Bursa Efek Indonesia

Try/E-1 | Ekonomi
Dana Asing masih Bertahan di Bursa Efek Indonesia

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kemarin.

 

Investor asing masih menaruh kepercayaan pada bursa saham di Indonesia. Mereka tidak benar-benar keluar dari pe­nempatan saham di Indonesia. Capital outflow hanya terjadi sementara dan likuiditas akan masuk lagi ke emerging market termasuk ke Indonesia.

Tercatat pada Bursa Efek Jakarta, sepanjang tahun (year to date), jual bersih a­sing (net foreign sell) sudah mencapai Rp53,36 triliun.

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso mencontohkan porsi asing yang ada pada salah satu emiten BUMN. Dari porsi kepemilikan publiknya sekitar 40%,terlihat dominasi asing masih pada kisaran 79%-80% dari total porsi publik sejak 2003-2016. Selanjutnya pada 2016-2018, dari komposisi 43,25% saham publik emiten tersebut, asing mendominasi 34,38% dan domestik 8,87%.

“Jadi pada emiten-emiten dengan kriteria sehat, earning positif dan menghasilkan keuntungan, investor asing tidak akan keluar. Mereka punya aliran dana cukup kuat dan masih stay di Indonesia untuk jangka panjang. Karena asing memahami dengan baik bahwa Indonesia menarik untuk tempat investasi. Jadi tidak perlu terlalu panik ketika jangka pendek asing keluar. Itu biasa,” kata Aria Santoso, dalam Seminar Analis Pasar Modal dengan tema Outlook Investasi 2021, pekan lalu.

Ada beberapa faktor yang membuat investor asing bertahan untuk jangka panjang.

Pertama dari penanaman modal asing (FDI) di Indonesia, yang memang sempat turun pada 2018-2019 akibat tahun politik yang membuat investor asing sedikit mengerem.

Namun, secara historis, FDI di Indonesia memiliki kecenderungan yang cukup positif terus meningkat.

“Indonesia masih punya potensi upside menarik ke depannya untuk melanjutkan FDI, khususnya dengan adanya regulasi baru (omnibus law), yang akan menarik sekali buat FDI ke depan,” kata Aria.

Kedua, inflasi di Indonesia juga cukup terkendali dan saat ini cenderung turun, terimbas dari perlambatan ekonomi dan perputaran transaksi di sektor riil.

Inflasi Indonesia berada di bawah 2% tetapi suku bunga acuan dijaga di level 4%. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada pekan ini hanya akan berlangsung dua hari disebabkan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah. Diperkirakan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.083 hingga 5.135.(Try/E-1)

Baca Juga

MI/Reza Sunarya

Kemenhub Gandeng Astra Uji Coba Car Terminal di Patimban

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 30 November 2020, 21:14 WIB
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) gandeng perusahaan manufaktur Astra  dalam uji coba bongkar muat car terminal di Pelabuhan...
Ist

Fintech Mulai Merambah ke Sektor Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 November 2020, 18:08 WIB
Dengan fintech pertanian, petani sekarang memiliki peluang yang lebih baik untuk menjalin hubungan langsung dengan pemberi...
DOK KEMENTAN

Mentan Ajak Perguruan Tinggi Bangun SDM Pertanian Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 November 2020, 15:19 WIB
Menurut Mentan, perguruan tinggi memiliki tanggungjawab yang sama dalam menyediakan kebutuhan pangan bagi 270 juta penduduk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya