Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tirta Segara mengatakan pihaknya sedang menggodok regulasi untuk memperluas akses pengurunan dana (crowdfunding) untuk pembiayaan UMKM, yakni berupa securities crowdfunding melalui surat utang/obligasi/sukuk.
"Sedang digodok aturannya, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa keluar," kata Tirta dalam Webinar Joint Event Webinar antara BI, Kemnaker, dan OJK dengan tema Peningkatan Produktivitas melalui Digitalisasi UMKM," Kamis (8/10).
Per Desember 2019 lalu, OJK telah mengeluarkan daftar platform yang sudah mengantongi izin beroperasi untuk pendanaan dengan metode patungan (urun dana) atau equity crowdfunding yaitu kepada PT Santara Daya Inspiratama (Santara), PT Investasi Digital Nusantara (Bizhare), dan PT CrowdDana Teknologi. Dalam equity crowdfunding, pembiayaannya berupa saham, dan hasilnya berupa dividen.
Tujuannya untuk membuka akses keuangan kepada UMKM yang tidak berbentuk PT, yang selama ini menajdi hambatan pelaku ketika mengajukan pembiayaan di perbankan.
"Kalau model crowdfunding ini agunannya berupa kontrak-kontrak proyek. Jadi ada 75% UMKM kira-kira yang belum terlayani perbankan. Ini alternatifnya," kata Tirta.
Tiga platform equity crowdfunding di Indonesia yang berizin OJK, yaitu Santara, Bizhare, CrowdDana, telah berhasil memfasilitasi pembiayaan di 74 proyek UMKM hingga awal Juni 2020. Investornya ada 48 ribu orang. Jumlah fundraising mereka memang masih belum terlalu besar, totalnya Rp 97,5 miliar.
Terkait akses permodalan UMKM, dia akui perbankan memang memiliki pengaturan yang sangat ketat. Tujuannya untuk melindungi konsumen bank dari sisi deposan (penabung). Perbankan sejauh ini hanya membiayai 16,4 juta UMKM.
"Ini catatan kami dari totalnya itu ada 65 juta UMKM. Jadi hanya sekitar 25,5%. Bila dari catatan Bank Indonesia total ada 90 juta UMKM, berarti kurang dari 20% UMKM yang dibiayai oleh bank," kata Tirta.
Selain perbankan, pembiayaan one to one memang tidak terlalu populer di Indonesia, baik untuk perusahaan maupun UMKM. Sebab bila pembiayaan melalui moda ventura seperti ini yang melakukan penyertaan saham, jadi yang dibeli adalah saham perusahaan, yang biasanya mengambil porsi kepemilikan 51% atau mayoritas.
Sehingga perusahan enggan mengambil opsi moda ventura untuk pendanaan. Tetapi pembiayaan model ini akrab di sektor startup fintech peer to peer lending. Namun biasanya nominal pendanaannya tidak terlalu besar karena dilakukan oleh investor individu.
"Sehingga tidak bisa untuk fund raising, misalnya UMKM menerima proyek atau pesanan yang jumlahnya Rp 5 miliar. Sulit mencari individu investor yang berkenan membiayai one to one seperti ini melalui fintech peer to peer pending," kata Tirta. (Try/OL-09)
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
LITERASI pajak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor bahan bangunan disebut harus terus ditingkatkan. Hal itu untuk mendukung kesiapan UMKM menghadapi dinamika ekonomi.
PT iForte Payment Infrastructure mendukung UMKM melalui layanan acquiring QRIS yang memungkinkan pelaku usaha memperoleh QRIS tanpa persyaratan membuka rekening baru.
Iwapi menjalin kerja sama dengan PT AI Indonesia untuk meningkatkan kapasitas digital, efisiensi usaha, serta daya saing UMKM perempuan di tengah percepatan transformasi ekonomi digital.
Bagi Muhammad Abdurrahman Azzam, masa kuliah justru menjadi pintu masuk untuk terlibat langsung dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Perubahan lanskap usaha menuntut transformasi karena persaingan yang semakin ketat, perubahan perilaku konsumen, dan pesatnya perkembangan teknologi.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Dukungan serta layanan Amartha juga telah menciptakan lebih dari 110.000 lapangan kerja sepanjang 2024 oleh mitra UMKM Amartha.
Dengan limit hingga Rp50.000.000 yang dapat digunakan berulang kali, Julo memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan secara bersamaan.
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved