Selasa 29 September 2020, 16:15 WIB

PT BA Tidak Lanjutkan Buyback Saham

Fetry Wuryasti | Ekonomi
PT BA Tidak Lanjutkan Buyback Saham

Antara/Hafidz Mubarak
Pergerakan harga di BEI

 

Direktur Utama PTBA Ariviyan Arifin mengatakan perusahaan sudah tidak lagi melakukan buy back saham karena tidak berdampak signifikan terhadap harga saham.

Di awal pandemi Covid-19 perusahaan diminta kementerian BUMN untuk melakukan buyback saham senilai Rp 300 miliar. Namun dalam eksekusinya mereka lakukan buyback sebesar Rp12,5 miliar.

"Menurut kami ini tidak memberikan manfaat maksimal terhadap harga saham. Karena kita tidak bisa menduga kemungkinan sampai seberapa jauh harga saham bisa dipertahankan," kata Ariviyan, dalam Rapat Dengar Pendapat Virtual di Komisi VI DPR RI, Selasa (29/9).

Saat ini saham PT BA berada di level Rp1985 hingga Rp2040 per lembar sahamnya. Harga itu terkoreksi hampir 25% dari harga saham sebelum covid dimana saham PT BA berada di kisaran Rp2.500 hingga Rp2.800 sebelum pandemi berlangsung. 

Untuk forecast dividen, Ariviyan tidak ingin membocorkan apapun yang menjadi domain pemegang saham yang akan menentukan nilai dividen pay out ratio. Namun dia meyakinkan PT Bukit Asam Tbk dengan kode saham PTBA akan masih bisa berkinerja positif.

"Tentunya tidak sebesar tahun lalu dimana dividen pay out ratio hampir Rp 4 triliun. Tahun ini mungkin kami masih bisa 50-60% dari tahun lalu. Kami perusahaan publik, tidak bisa memberitahukan secara detil proyeksi kami ini karena bisa berpengaruh ke harga saham kami di pasar modal," kata Ariviyan. (E-1)

Baca Juga

Antara/Dhemas Reviyanto

BI Beli SBN Pemerintah Rp473,2 Triliun pada 2020

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 22 Januari 2021, 06:30 WIB
Pendanaan dan pembagian beban dalam APBN itu bertujuan memulihkan ekonomi nasional yang terdampak badai pandemi...
Antara/Zabur Karuru

PUPR Targetkan Pengalihan BPWS Lebih Awal

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 22 Januari 2021, 05:10 WIB
Keputusan itu mengacu Perpres 112/2020 terkait pembubaran lembaga nonstruktural. Nantinya, ada pengalihan aset milik BPWS senilai Rp1,2...
Antara/Septianda Perdana

BRI: Menumbuhkan Kredit Jadi Tantangan 2021

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 22 Januari 2021, 01:10 WIB
Pada 2020 lalu, pertumbuhan kredit di Bank BRI minus 2,42% akibat nasabah perorangan hingga korporasi terdampak pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya