Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memasang ratusan ribu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap rumah tangga.
Nantinya, program ini ditujukan bagi masyarakat miskin atau pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.
"Program ini sedang digagas. Masih dalam diskusi melalui program Energi Surya Nusantara. Konsepnya mengalihkan subsidi terhadap pelanggan PLN rumah tangga yang bersubsidi, lewat pengadaan PLTS," jelas Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Ditjen Kementerian ESDM Harris dalam keterangan resmi, Jumat (25/9).
Baca juga: Oktober, Ada Penurunan Tarif Listrik Tujuh Golongan Nonsubsidi
Program Energi Surya Nusantara dikatakannya memberikan dampak positif. Seperti, beban subsidi listrik berkurang hingga Rp800 miliar hingga Rp1,3 triliun dengan tarif saat ini.
Di lain sisi, program tersebut bisa menyerap tenaga kerja. Serta, menurunkan emisi gas rumah kaca 1,05 juta ton per gigawatt peak pada nationally determined contributions (NDC).
"Energi surya kita dorong secara masif dengan target penambahan kapasitas pembangkit sebesar 2.089,4 megawatt (MW). Ini waktu tepat untuk mengakselerasi," imbuh Harris.
Adapun program Energi Surya Nusantara diinisiasi dan dirokomendasikan Institiute for Essential Service Reform (IESR), sebuah lembaga think thank yang aktif melakukan advokasi dan kampanye terkait pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.
Baca juga: Banyak Tantangan, Lifting Minyak Semester I 2020 Bisa Capai 94%
Menyoroti strategi program, lanjut dia, pemerintah tetap mengembangkan PLTS skala besar. Salah satunya, bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB). Ini dilakukan dalam rangka menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.
Pemerintah juga mengembangkan PLTS di area lahan bekas tambang sebesar 2.300 MW. Rinciannya, Bangka Belitung dengan kapasitas 1.250 MW, Kutai Barat 1.000 MW dan Kutai Kartanegara 53 MW.(OL-11)
INDUSTRI panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan EBT sudah berada di jalur yang tepat.
Indonesia Solar Summit (ISS) 2025 mengambil tema Solarizing Indonesia: Powering Equity, Economy, and Climate Action.
Instalasi panel surya merupakan lanjutan dari proyek serupa di kantor pusat Mowilex di Jakarta pada 2022 lalu.
PRESIDEN Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 55 pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tersebar di 15 provinsi, termasuk milik Medco.
Presiden menyebut, dalam beberapa tahun terakhir rakyat merasakan dampak dari tata kelola energi yang tidak beres.
Cahaya baru di rumah Arobi menghidupkan warga Fakfak. Arobi Namudat (66) tinggal di rumah kayu sederhana di Fakfak, Papua Barat.
Target Program BPBL tahun 2025 ini sejumlah 215.000 rumah tangga dengan instalasi terpasang akan selesai di akhir tahun ini.
Salah satu alasan pembuatan aturan baru LPG 3 kg adalah karena, saat ini, tidak ada aturan yang melarang pembelian bahan bakar itu oleh masyarakat mampu.
Tahap penjurian lomba karya jurnalistik & fotografi ESDM 2025 yang merupakan kerjasama Kementerian ESDM RI dengan Dari Balik Lensa Media Indonesia.
Ali menilai keberhasilan program ini dapat dijadikan acuan model bagi sektor industri ekstraktif lainnya di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved