Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBIAYAAN bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah banyak tersedia. Bahkan, pemerintah telah mengalokasikan kredit usaha rakyat (KUR) mencapai Rp190 triliun dengan bunga 6% tahun ini.
Belum lagi tersedia pinjaman dari Badan Layanan Umum (BLU) hingga Rp30 triliun. Namun, pada kenyataannya belum seluruh UMKM dapat mengakses pembiayaan yang disediakan pemerintah
Oleh karena itu, diperlukan alternatif saluran pembiayaan. Salah satu yang bisa diper-timbangkan ialah melalui perusahaan finan-cial technology atau fintech. “Sebelum covid-19, rapat Kabi-net pernah membahas alternatif pembiayaan untuk UMKM, ter utama untuk usaha mikro dan kecil, yang tidak memiliki aset sebagai modal in-vestasi,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengutip dari siaran resmi beberapa waktu lalu.
Teten mengakui banyak perusahaan fi ntech yang sudah membantu usaha mikro dan kecil yang unbankable. Pemerintah, melalui OJK, juga sudah banyak memberikan izin bagi perusahaan fintech.
Bila itu disinergikan, manfaatnya bagi UMKM akan terasa hingga bisa naik kelas.Wakil Ketua Umum Kadin Indone-sia Bobby Gafur menyatakan banyak UMKM yang belum mampu mengakses dana perbankan karena sulitnya memenuhi persyaratan, terutama ter-kait dengan agunan. “
Dengan adanya perusahaan fi ntech, seharusnya riskprofi le di perbankan akan terpotong. Di marketplace, kita bisa melihat kinerja UMKM dari trading history yang sudah dihasilkan,” kata Bobby.
Dengan analisis digital di market-place, fi ntech merupakan pintu baru bagi UMKM untuk dapat mengakses permodalan. Bahkan, Bobby menya-rankan, bank pelaksana KUR dapat bekerja sama dengan perusahaan fintech mengatasi kesulitan UMKM untuk mengakses KUR.
Permasalahan akses kredit terhadap UMKM ini mendesak untuk diselesaikan.Pasalnya, krisis akibat covid-19 berbeda dengan krisis di medio 1998. Kala itu, UMKM berhasil menjadi fondasi perekonomian.
Namun, kini justru UMKM menjadi sektor yang pa-ling terdampak, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. Oleh karenanya, industri fintech perlu dioptimalkan guna dipercaya lebih jauh dalam me-nyalurkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) besutan pemerintah.
Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi mengatakan, pemulih-an ekonomi akibat pandemi covid-19 membutuhkan waktu agak panjang sehingga dibutuhkan kecepatan untuk menyalurkan pembiayaan agar likuidi-tas keuangan tetap terjaga di UMKM.
Akan tetapi, UMKM mempunyai akses keuangan terbatas, sedangkan pemu-lihan ekonomi berlangsung lama se-hingga tambahan modal jadi penting.“Yang dibutuhkan UMKM di tengah pandemi ini ialah relaksasi dan re-strukturisasi kredit, akses keuangan, dan kecepatan,” katanya.
Dia menilai fintech lending memi-liki keunggulan untuk bisa melayani hal tersebut. Beberapa modal penting perusahaan fintech lending, antara lain dari sisi kecepatan, contactless, pendataan yang mutakhir, dan sistem creditscoring yang efektif karena berbasis teknologi.“Industri fintech sebetulnya sudah mampu ikut terlibat mendorong pemulihan ekonomi nasional, ter-utama berperan serta dan aktif membantu pemulihan ekonomi nasional.
Dengan impak lebih besar lagi, pemulihan ekonomi pun bisa lebih cepat,” tutur Adrian.DioptimalkanKepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank (IKNB) Otoritas Jasa Ke-uangan (OJK) Riswinan-di mengakui beberapa kelebihan fintech lendingmemang bermanfaat dalam membantu memulihkan ekonomi.
Namun, OJK selaku regulator menilai ekosistem fintech lending masih perlu dioptimalkan untuk supervisi yang lebih baik.Misalnya, dengan mendorong semua pelaku yang berizin dan terdaftar un-tuk bergabung dalam ekosistem fintech datacenter. Sejauh ini sudah ada 33 pelaku fi ntech yang berizin dan 124 pelaku fintech terdaftar.Ia melanjutkan fi ntech lending me-mang punya potensi besar menyalurkan PEN karena jangkauan lebih luas dan fl eksibilitas dalam mengandalkan teknologi.
Namun, kapasitas tiap-tiap perusahaan masih perlu jadi perha-ian. Contohnya, dalam distribusi surat berharga negara (SBN), baru segelintir fintech lending yang mau, mampu, dan dipercaya sebagai mitra distribusi pemerintah.Menurut dia, hal paling memung kin-kan dalam konteks pelibatan industri fi ntech lending dalam penyaluran dana PEN ialah memanfaatkan data UMKM demi efektivitas penyaluran PEN agar lebih tepat sasaran. (Mir/E-3)
NASARI Digital (Nadi) menerapkan standar internasional pengelolaan keamanan informasi, seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan data pada layanan koperasi dan UMKM berbasis digital.
Musda ke-VIII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten resmi ditutup dan menandai babak baru kepemimpinan organisasi kepemudaan di Tanah Jawara.
Pengelolaan logistik masih menjadi beban biaya dan operasional bagi banyak pelaku UMKM, khususnya yang sedang berupaya memperluas pasar.
PEMERINTAH Kota Palu, Sulawesi Tengah, menargetkan pembentukan 46 Koperasi Merah Putih rampung pada tahun ini. Target tersebut disesuaikan dengan jumlah kelurahan yang ada.
Sepanjang 2025, perusahaan fintech lending AdaKami menyalurkan dukungan kepada delapan UMKM dari berbagai sektor melalui program Usaha Bareng AdaKami.
Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dengan limit hingga Rp50.000.000 yang dapat digunakan berulang kali, Julo memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan secara bersamaan.
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 resmi berakhir dengan catatan penting berupa menguatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) secara resmi membuka Mandiri BFN Fest 2025, puncak dari rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved