Kamis 03 September 2020, 05:40 WIB

Berinvestasi di Tokopedia Mulai dari Rp5.000

Ins/Try/E-2 | Ekonomi
Berinvestasi di Tokopedia Mulai dari Rp5.000

MI/Ramdani
Tokopedia meluncurkan gerakan Rabu Nabung.

 

TOKOPEDIA meluncurkan gerakan Rabu Nabung untuk meningkatkan kebiasaan masyarakat berinvestasi di tengah pandemi covid-19.

VP of Fintech and Payment Tokopedia Vira Widiyasari menuturkan, setiap Rabu masyarakat diajak membeli reksadana melalui Tokopedia.

"Dengan adanya teknologi, kita bisa berinvestasi, bahkan dengan modal yang mini. Mulai dari Rp5.000 untuk emas dan Rp10 ribu untuk reksadana, siapa saja bisa menjadi investor," ujar Vira dalam diskusi virtual, kemarin.

Ia menyebut emas menjadi salah satu investasi yang diminati masyarakat karena harganya yang cenderung naik, sedangkan reksadana pasar uang memiliki risiko rendah dengan keuntungan relatif tinggi.

"Dua produk investasi itu dinilai ramah, terutama kepada investor pemula. Enggak perlu uang banyak, cukup dengan mobile phone bisa berinvestasi. Ini juga bisa menjadi kebiasaan baru, yang kalau rutin, dari sedikit, lama-lama menjadi bukit," ungkap Vira.

Senior Lead Fintech Tokopedia Marissa Dewi menambahkan, investasi emas di Tokopedia sudah hadir sejak 2019. Selama satu tahun belakangan, jumlah pengguna yang terdaftar di Tokopedia Emas tumbuh hampir 20 kali lipat.

Tokopedia Emas juga menyediakan berbagai fitur tambahan, seperti Pembulatan Emas yang memungkinkan masyarakat berbelanja sambil menabung emas dengan membulatkan nominal belanja pada halaman checkout mulai dari Rp500.

"Masyarakat juga bisa berbagi saldo emas dengan orang terdekatnya melalui fitur Kado Emas," pungkas Marissa.

Di kesempatan berbeda, hasil survei Markplus tentang penggunaan dompet digital dalam tiga bulan terakhir, melalui 502 responden di kota-kota besar, menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan transaksi secara digital.

Bank Indonesia pun telah mencatat kenaikan transaksi digital atau uang elektronik (UE) semenjak pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mencapai 64,48% dan volume transaksi digital tumbuh 37,35% secara tahunan.

Hasil survei dari lima brand produk dompet digital yaitu Ovo, Gopay, Dana, Shopeepay dan Linkaja, Shopeepay unggul dengan pangsa pasar sebesar 26% dari total volume transaksi e-wallet di Indonesia, disusul Ovo (24%), Gopay (23%), Dana (19%), dan Linkaja (8%). (Ins/Try/E-2)

Baca Juga

Ist/Sariraya

Kerja Sama RI-Jepang, Peluang UMKM Kembangkan Bisnis ke Jepang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 20:34 WIB
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi pelaku UMKM agar memanfaatkan peluang dari perjanjian perdagangan dan...
DOK BRI

Rangkul Fans MLBB, BRI Rilis BRIZZI Edisi Spesial Mobile Legend

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 18:38 WIB
Saat ini BRIZZI telah menjadi salah satu alat pembayaran atau e-wallet bagi banyak...
Antara

Februari, Daging Sapi Impor Masuk Indonesia

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 24 Januari 2021, 15:04 WIB
Kementan menyebutkan impor daging sapi bakalan akan datang pada Februari 2021. Upaya impor tersebut untuk menjaga stabilitas harga dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya