Minggu 30 Agustus 2020, 03:40 WIB

Pemerintah Harus Fokus ke Perlindungan Sosial

Hld/X-7 | Ekonomi
Pemerintah Harus Fokus ke Perlindungan Sosial

Medcom
Ilustrasi -- pemulihan ekonomi nasional

 

KE depan pemerintah perlu fokus ke perlindungan sosial mengingat masih terjadi s jumlah hambatan dalam penyaluran bantuan sosial. Stimulus berupa perlindungan sosial akan mendorong pengeluaran (spending) masyarakat yang diikuti peningkatan permintaan pasar.

“Spending untuk social assistance. Sasarannya, pertama untuk individu dari perusahaan yang kena lay-off. Kedua, terkait konsumsi rumah tangga, dan ketiga, terkait bisnis untuk mendorong ekonomi,” kata akademisi Universitas Indonesia (UI) Anton Hermanto, dalam diskusi APBN sebagai Sarana Pemulihan Ekonomi Nasional, secara virtual di Jakarta, kemarin.

Hadir sebagai pembicara pada acara tersebut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kaca ribu dan Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun.

Menurut Anton, fokus program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah ke arah sana, tetapi masih perlu sinkronisasi lagi. Sebabnya, masih terjadi kelemahan dari sisi data.

“Permasalahan saat ini ialah data, sehingga perlu menciptakan mekanisme yang akuntabel. Terutama perlindungan sosial pada sektor kesehatan untuk penyembuhan, pencegahan, dan ketersediaan infrastruktur kesehatan,” tambahnya.

Menanggapi itu, Febrio Kacaribu mengatakan kebijakan stimulus dalam program PEN sudah diupayakan maksimal dengan batasan defisit yang ditargetkan 6,34% pada 2020.

Saat ini untuk peta penerima manfaat stimulus, lanjut Febrio, sudah ada bantuan sosial untuk Program Keluarga Harapan (PKH), subsidi listrik, dan ekspansi untuk kredit usaha rakyat (KUR).

“Totalnya sekitar Rp230 triliun lebih.Ini uang yang masuk ke kantong masyarakat. Namun, tantangannya memang dalam hal tata kelola harus tetap solid dan rapi. Terutama dalam realisasi yang harus berbasiskan data valid berupa nama penerima dan alamat yang jelas,” ujarnya.

Sementara itu, Misbakhun mempertanyakan apakah prog ram PEN termasuk stimulus atau bukan. Pasalnya, ia menyebutkan, program dan alokasi dana pada PEN untuk pengendalian covid-19 ini sudah ada sebelum terjadinya pandemi. (Hld/X-7)

Baca Juga

Ist/Kementan

Pacu Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Lumbung Pangan Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 11:59 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) kian memperkuat peran lumbung pangan masyarakat desa yang dinilai saat ini menjadi sangat...
Ist

Presdir OVO dan Pendiri Bareksa Terima Penghargaan dari OJK

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 11:30 WIB
OJK memberikan penghargaan kepada Presiden Direktur OVO dan Co-founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra sebagai Tokoh Penggerak...
Ist

Kelola Aset, Taspen Percayakan pada Kustodian BNI

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 11:18 WIB
Sebelumnya, BNI dan Taspen telah bekerja sama dalam hal pembayaran uang pensiun yang masih berjalan dengan baik sampai dengan saat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya