Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI Covid-19 yang melanda dunia, memberi tekanan berat kepada perekonomian negara. Banyak pelaku usaha raksasa dunia yang memaksakan diri menutup gerai karena tak kuat menahan beban operasional yang terus membengkak dan menyebabkan ribuan karyawannya menganggur.
Bagaimana dengan pelaku usaha kecil? Penopang ekonomi negara pun turut terimbas tatkala pemerintah mewajibkan mereka untuk tidak melakukan bisnis apapun yang didasari dengan interaksi manusia.
Di tengah kondisi ini pun banyak juga pelaku usaha yang banting stir guna bertahan di masa-masa sulit. Sofia Rahayu, 55, pelaku usaha konveksi souvenir dibilangan Jakarta Selatan sudah merintis usahanya sejak 30 tahun lalu, mulai dari souvenir pernikahan, souvenir tahlilan hingga souvenir untuk perusahaan.
Dengan bermodalkan satu mesin jahit saat itu, kini Sofia mampu menghasilkan omzet hingga Rp 4 miliar tiap bulannya dengan memiliki 60 pegawai tetap dan 40 pegawai harian.
Sofia mengambil program kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank BNI sebagai tambahan modal agar bisnisnya berjalan sesuai rencananya yang dilunasinya sebelum pandemi muncul. Dampak pandemi Covid19 yang sangat mengimbas usahanya, membuat pendapatannya selama 4 bulan terakhir harus drop hingga 75%. Ia pun harus memutar otak agar dirinya tidak merumahkan para pegawainya.
“Melihat permintaan APD (alat pelindung diri) sangat besar, kebetulan reseller juga banyak, jadi saya mencoba memproduksi APD dengan harga yang murah saat itu Rp 50 ribu,” ujar Sofia.
Bak durian runtuh, pesanan yang dapatkan Sofia selain dari reseller juga dari para pengusaha, komunitas dan pribadi yang ingin menyumbangkan APD untuk kegiatan sosial.
Namun Sofia harus mengerem kembali usahanya dikarenakan harga bahan baku untuk APD melambung tinggi hingga tiga kali lipat. Saat ini Sofia memproduksi jaket pelindung diri (JPD) serta tas lipat pengganti plastik, dengan bahan baku yang ada dikonveksinya tersebut.
Awal bulan Juli, Sofia mendapat angin segar, karena pengajuannya untuk Kredit Modal Kerja (KMK) dari Bank BRI disetujui dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Kredit Modal Kerja yang saya dapat sebesar Rp 500juta tersebut rencananya akan dibelikan mesin HF dengan Seam Seal Tape sebagai alat press APD maupun JPD, sehingga ongkos produksinya dapat ditekan, KMK ini sangat membantu UMKM seperti kita,” tambah Sofia.

FOTO : Cafe di bilangan Ciracas, Jakarta Timur ini merupakan salah satu bentuk UMKM yang terus bertahan di tengah Pandemi.
Senada dengan Sofia, Dewi Katmujiwati pemilik usaha Cafe dan bengkel di Ciracas, Jakarta Timur ini cukup ramai dan berada di tempat yang strategis. Walaupun sempat 'kucing-kucingan' dengan Satpol PP akhirnya ia terpaksa menutup cafe dan bengkelnya selama 3 bulan karena pandemi.
“Omzet cafe dan bengkel turun drastis sampai 50%, saya harus merumahkan karyawan yang bekerja di cafe, bengkel pun demikian. Untuk pengelolaan Cafe, saya banyak dibantu anak,” ujar Dewi.
Dewi menuturkan omzet cafe dan bengkel yang tadinya bisa ia dapatkan Rp 20 jutaan per bulan, kini hanya dikisaran Rp 9 jutaan – Rp 10 jutaan per bulan, kedua usahanya memiliki beban operasional yang besar ditambah usaha cafenya selama 4 bulan harus ia tutup sementara.
Setelah pembatasam sosial berskala besar (PSBB) dilonggarkan, Dewi memberanikan diri kembali mengajukan pinjaman pada Bank BNI yang sebelumnya dirinya mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) di Bank BNI dan telah lunas.
Tak disangka, Dewi mendapatkan fasilitas pinjaman kredit modal kerja (KMK) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 150 juta dengan bunga yang sangat kecil dibandingkan saat dirinya mengajukan pinjaman KUR.
Dorongan Pemerintah
Peluncuran berbagai stimulus untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dicanangkan oleh pemerintah perlu dukungan dari berbagai pihak.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan UMKM menjadi prioritas utama dalam pemulihan ekonomi nasional. Perbankan sebagai salah satu penyalur kredit kepada UMKM tetap menerapkan prinsip kehati-hatian di tengah resiko tingginya gagal bayar. Di sinilah peran penjaminan kredit sangat diperlukan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan,“Seluruh aspek untuk dunia usaha terutama untuk UMKM sekarang didukung dan diberikan bantuan oleh Pemerintah bahkan juga dilindungi."
"Karena itu tujuan dari pembangunan ekonomi adalah agar kita bisa melakukan perlindungan dan pemulihan ekonomi akibat adanya dampak negatif Covid-19. Apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk pemulihan ekonomi terutama untuk UMKM ini angkanya Rp123,46 triliun. Kita berharap bahwa anggaran ini bisa berputar dan betul-betul dinikmati oleh UMKM,” ujar Menkeu.
Menkeu juga menambahkan bahwa pemerintah memberikan penjaminan kredit modal kerja sebesar Rp 5 triliun. Premi untuk penjaminan kreditnya dibayarkan oleh pemerintah, dengan penjamin Askrindo dan Jamkrindo.
Direktur Operasional Ritel Askrindo, Anton F Siregar menjelaskan, Askrindo sebagai anggota Holding Perasuransian dan Penjaminan mendukung penuh program PEN karena perlu percepatan pemulihan ekonomi yang terdampak oleh pandemi covid-19.
”Penugasan pemerintah ini kami jalankan sebaik-baiknya, seperti halnya kami menjalankan program Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sampai saat ini masih terus berlangsung,"ujar Anton. (OL-09)
Total pembiayaan akan mencapai Rp10 triliun, dengan masing-masing penerima akan memperoleh kredit maksimal Rp500 juta.
Terkait dampak kebijakan tersebut terhadap kinerja keuangan perseroan, Hery menilai pengaruhnya tidak signifikan mengingat skala bisnis BRI yang besar.
Jumlah debitur KUR di tiga wilayah tersebut mencapai 1.018.282 dengan nilai pembiayaan sebesar Rp43,95 triliun.
PEMERINTAH menyiapkan kebijakan khusus Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pemerintah tengah menyiapkan skema hapus buku utang kredit usaha rakyat (KUR) bagi masyarakat di wilayah bencana.
Don Muzakir, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan penghapusan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani Aceh yang terdampak banjir dan longsor.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kinerja keuangan yang solid di sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan kredit mencapai 15,9% secara tahunan.
Saham PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai mencetak kinerja paling resisten dibandingkan bank besar lainnya di tengah kondisi pasar keuangan yang menantang sepanjang 2025.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
ICXA merupakan ajang internasional yang memberikan apresiasi kepada organisasi dengan praktik terbaik dalam pengelolaan customer experience.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendukung langkah pebalap nasional Sean Gelael yang membuka persiapan musim balap 2026 dengan tampil di ajang Asian Le Mans Series (ALMS) 2025/26.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berkomitmen menerapkan tata kelola dan budaya antikorupsi melalui partisipasi aktif pada puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved