Selasa 30 Juni 2020, 21:58 WIB

Telkom Raup Rp34,19 Triliun Pada Kuartal 1 2020

Hilda Julaika | Ekonomi
Telkom Raup Rp34,19 Triliun Pada Kuartal 1 2020

Antara
Karyawan Telkomsel dengan bermasker melayani pelanggan di Medan, Sumatera Utara, Jumat (5/6).

 

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pendapatan konsolidasi kuartal 1/2020 sebesar Rp34,19 triliun. Angka ini termasuk turun bila dibandingkan dengan periode yang sama di 2019 dengan pendapatan mencapai Rp34,84 triliun.

Menurut Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah pihaknya berupaya untuk memprioritaskan lini bisnis yang memiliki pertumbuhan yang baik.

“Kami memprioritaskan lini bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan yang baik, disertai upaya-upaya untuk memperoleh pendapatan yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan margin profitabilitas dan menjaga pertumbuhan kinerja Perseroan yang sustainable ke depan.” kata Ririek melalui keterangan resmi, Selasa (30/6).

Ririek menambahkan Telkom memiliki portfolio bisnis yang beragam, sehingga tidak terlalu bergantung pada salah satu segmen bisnis. Jika terjadi pelemahan di salah satu segmen, akan diimbangi dengan pertumbuhan di segmen lainnya.

Adapun untuk pendapatan Q1 2020 dikontribusikan oleh Digital Business Telkomsel dan fixed broadband IndiHome sebagai mesin pertumbuhan Perseroan yang mencatatkan pertumbuhan masing-masing 16,3% dan 19,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dia mengatakan kedua lini bisnis ini diharapkan dapat menjadi andalan bagi pertumbuhan bisnis perusahaan di masa depan.

Meski dalam kondisi persaingan yang ketat di industri telekomunikasi, sambungnya, Telkom tetap membangun infrastruktur broadband baik untuk mobile maupun fixed line yang bertujuan menjamin pertumbuhan bisnis di masa depan. Hal ini ditunjukkan dari nilai penyerapan belanja modal Perseroan di kuartal 1/2020 sebesar Rp3,7 triliun. Selain membangun infrastruktur broadband (digital connectivity), TelkomGroup secara intensif terus mengembangkan digital platform dan digital service sebagai value added dari core competency perusahaan agar terus tumbuh dan berkembang.

Memasuki awal tahun 2020, dunia menghadapi pandemi yang mempengaruhi kondisi ekonomi makro dan berdampak pada bisnis secara umum. Menurut Ririek, kondisi pandemi saat ini telah mengubah gaya hidup masyarakat yang ditandai dengan peningkatan adopsi digital sebagai solusi pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, seperti untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah ataupun berbelanja kebutuhan sehari-hari.

“Pada kondisi seperti ini, inovasi digital mengambil peran penting bagi masyarakat. Terdapat ruang untuk akselerasi digital, sehingga peran Telkom sebagai operator dan enabler menjadi semakin penting. Hal ini menjadikan peluang bagi Telkom untuk tetap berinvestasi guna meningkatkan performansi perusahaan,” tutupnya. (E-3)

Baca Juga

Dok MI

PLN Pastikan Jaringan Listrik ke Bali Tak Ada Kendala

👤Ant 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 21:31 WIB
"Untuk menyalurkan ke Bali, kami menggunakan kabel bawah laut dari Cable Head (CH) Ketapang ke CH Gilimanuk yang bertegangan 150...
CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP

BUMN Sakit Karena Tidak Bisa Bersaing dan Rentan Politisasi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 19:35 WIB
Dia menilai BUMN yang sakit rata-rata penyebabnya karena tidak bisa bersaing dengan non...
DOK KEMENTAN

Grobogan Inovasi Lumbung Pangan Reborn

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 19:21 WIB
pada tahap awal  lumbung pangan reborn dipilih 10 lumbung pangan masyarakat sebagai percontohan dari 116 lumbung yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya