Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
EMAS berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange kembali jatuh di hari keduanya secara berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Penurunannya dipicu oleh tekanan dolar AS yang terus menguat di hari keduanya.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus, turun 4,5 dolar AS atau 0,25%, menjadi ditutup pada 1.770,6 dolar AS per ounce. Emas berjangka juga merosot 6,9 dolar AS atau 0,39% menjadi 1.775,10 dolar AS per ounce pada perdagangan Rabu (24/6), setelah melonjak 15,60 dolar AS atau 0,88% menjadi 1.782,00 dolar AS pada Selasa (23/6).
Sebelumnya, emas berjangka juga menguat 13,40 dolar AS atau 0,76% menjadi 1.766,40 dolar AS pada Senin (22/6) dan melonjak 21,9 dolar AS atau 1,27% menjadi 1.753,00 dolar AS akhir pekan lalu.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,29% menjadi 97,4380, membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya.
Baca juga: Emas Turun Dipicu Aksi Ambil Untung
Emas berada di bawah tekanan tambahan karena laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Kamis (25/6) menunjukkan pesanan barang tahan lama meningkat 15,8% pada Mei, lebih baik dari yang diperkirakan mengingat wabah covid-19 yang sedang berlangsung.
Penurunan emas sedikit tertahan karena laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (25/6) menyatakan klaim pengangguran awal sebesar 1,48 juta, lebih buruk dari yang diperkirakan.
Para analis pasar mengaitkan angka itu dengan kenaikan kasus baru covid-19 karena data menunjukkan gelombang pertama belum berakhir. Kasus covid-19 di banyak negara bagian AS termasuk California, Florida dan Texas telah meningkat dalam beberapa hari terakhir.
"Jatuhnya harga emas masih dilihat oleh investor sebagai peluang pembelian," kata Commerzbank dalam sebuah catatan.
"Karena itu kami menganggap kelemahan terbaru dalam harga emas sebagai sementara dan membayangkan tertinggi baru dalam waktu dekat".
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 22,5 sen atau 1,27%, menjadi ditutup pada 17,895 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 1,9 dolar AS atau 0,24% menjadi ditutup pada 802,7 dolar AS per ounce.(OL-5)
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah pada Selasa pagi (24/2/2026) melemah 10 poin ke level Rp16.835 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan rupiah hari ini.
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved