Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Yugi Prayanto berharap pemerintah dapat membeli dengan harga normal hasil tangkapan nelayan dan produk perikanan untuk menjaga keberlangsungan di sektor perikanan.
Di tengah merebaknya Covid-19 saat ini, para nelayan dan pembudidaya perikanan terus berproduksi meski dibayang-bayangi kekhawatiran hasilnya tidak terserap. “Penyebaran Covid-19 berdampak serius bagi aktivitas dan pendapatan nelayan. Pendapatan nelayan turun drastis. Kami berharap pemerintah membeli hasil tangkapan nelayan sehingga teman-teman tidak terpuruk,” kata Yugi di Jakarta, Selasa (12/5).
Ia mengatakan, dukungan pemerintah sangat diperlukan agar nelayan dan pelaku usaha di sektor perikanan mampu bertahan di tengah kesulitan akibat Covid-19. “Dukungan kepada nelayan tetap dibeli produknya dan pemerintah membangun cold storage di daerah yang banyak ikan tuna di Indonesia Timur,” katanya.
Menurut Yugi, kawasan Indonesia Timur sangat minim cold storage. Padahal cold storage sangat diperlukan untuk menjaga kualitas ikan tetap segar dan dapat diproses untuk memenuhi kebutuhan ekspor.
Ia menyebutkan, minimnya ketersediaan cold storage pernah diungkapkan Bupati Morotai, Maluku Utara, Benny Laos. Disebutkan, Morotai sebagai Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) kekurangan cold storage, padahal daerah itu kaya potensi laut seperti ikan tuna loin.
“Jangan hanya terfokus pada Covid saja, tapi ekonomi nelayan di lapangan jangan sampai terlupakan. Ini penting, karena sumber kehidupan nelayan dari melaut,” ujarnya. (RO/OL-12)
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved