Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, dampak dari pandemi covid-19 sangat memukul sektor industri manfaktur. Hal itu dapat dilihat dari turunnya Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia pada April 2020 di level 27,5.
Penurunan terjadi cukup dalam lantaran pada Maret 2020, PMI Indonesia berada di level 45,3. Itu disebut sebagai PMI terendah di Indonesia sejak 2011.
"Level di bawah 50 itu berarti sudah kontraksi. PMI Indonesia paling dalam di Asean, di bawah Korea dan Jepang," tutur Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR, Senin (4/5).
Baca juga :NasDem Sarankan BI Lebih Agresif Sokong Dunia Usaha
Ia memperkirakan, puncak jatuhnya industri manufaktur karena pandemi covid-19 masih akan berlangsung hingga 1 bulan ke depan. Hal itu, menurutnya perlu dicermati dan diwaspadai.
Anjloknya industri manufaktur juga akan tergambarkan dalam pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II. Sebab, di kuartal I, pemerintah masih optimis pertumbuhan akan positif.
Namun, Sri Mulyani menuturkan, segala sesuatunya di saat pandemi dapat berubah dengan cepat. Pulihnya berbagai sektor perekonomian Indonesia, kata dia, bergantung dari selesainya pandemi covid-19. (OL-2)
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Mengawali 2026, kinerja sektor manufaktur Indonesia menguat. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang tetap ekspansif dan meningkat ke 52,6 pada Januari 2026.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
Fokus kebijakan, sebaiknya diarahkan pada segmen industri perakitan, pengujian, dan pengemasan (assembly, testing, and packaging) serta manufaktur komponen pendukung.
PEMERINTAH menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 akan tumbuh solid seiring penguatan fundamental domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved