Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) senantiasa mengawal industri tetap produktif selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kemenperin telah berkoordinasi dengan beberapa pimpinan daerah yang di wilayahnya terdapat sejumlah kawasan industri, antara lain dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta Sekretaris Daerah Banten Al Muktabar mewakili Gubernur Banten.
Kemenperin dan pimpinan daerah telah menyamakan pandangan dan persepsi berkaitan dengan operasional industri manufaktur di daerah masing-masing.
“Dalam rapat koordinasi yang kami lakukan melalui video conference, pemda juga menyadari, bahwa kegiatan industri manufaktur merupakan tulang punggung bagi daerahnya masing-masing. Jadi sebetulnya Kemenperin dan pemda itu satu perahu, satu pandangan, bahwa memang industri harus dijaga, harus dikawal dalam melakukan kegiatan industrinya," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis (17/4).
Agus menambahkan, pada saat penanganan dampak pandemi covid-19 ini, ada dua hal yang sama-sama penting, yaitu kegiatan ekonomi melalui industri manufaktur dan protokol kesehatan. “Ini tidak boleh dipisahkan sejak covid-19 terjadi sekarang sampai nanti selesai dan hilang dari bumi pertiwi, keduanya tidak boleh dipisahkan, keduanya harus berjalan bergandengan,” paparnya.
Melalui pemberian izin beroperasi saat dilakukan PSBB, pada prinsipnya adalah bagaimana bisa memastikan bahwa kegiatan ekonomi melalui industri manufaktur itu tetap berjalan, dan tentunya industri tidak boleh dimatikan secara total.
“Kami tidak ingin terjadi shutdown kegiatan ekonomi karena pada kenyataannya beberapa industri juga tetap melakukan kegiatan ekspor. Ini tentunya akan sangat membantu neraca perdagangan kita yang saat ini terpengaruh,” sebutnya.
Bagi Menperin, industri yang bersemangat untuk melakukan proses produksi pasa masa-masa sulit justru harus diberikan apresisasi, karena ikut berkontribusi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi covid-19.
“Tetapi tentunya, kembali saya tegaskan, di satu sisi kegiatan ekonomi harus tetap jalan, tapi di satu sisi juga para pelaku industri wajib untuk menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan proses produksi,” terangnya.
Mengutip International Monetary Fund (IMF), Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara di dunia yang diprediksi pertumbuhan ekonominya tetap positif pada tahun 2020, meski diterjang pandemi Covid-19. Tiga negara yang dimaksud adalah China, India dan Indonesia. Karena itu, momentum tersebut bisa menjadi modal bagi sektor industri Tanah Air untuk bersama-sama bangkit.
“Karena kita masih punya modal yang kuat, artinya kemungkinan kita untuk bisa rebound dari negara lain bisa lebih besar. Apalagi kita lihat bahwa kompetensi bangsa kita sendiri juga cukup besar. Jadi sesungguhnya, apa yang akan terjadi dalam sektor industri manufaktur nanti setelah covid-19 sangat tergantung dengan apa yang kita lakukan sekarang,” pungkasnya. (OL-2)
Kemenperin kini dicopot setelah ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus dugaan penyimpangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Oil Mill Effluent atau POME
Melalui PractiWork, mahasiswa tidak hanya dinilai dari sisi akademik, tetapi juga mencakup kemampuan kognitif, psikomotorik, karakteristik kepribadian, hingga minat dan preferensi kerja.
Industri makanan dan minuman Indonesia tumbuh 6,4% pada Triwulan III 2025. Namun, konsumsi susu nasional masih rendah dan ketergantungan impor bahan baku jadi tantangan utama.
PENGUATAN pendidikan vokasi merupakan strategi utama dalam membangun industri nasional yang bernilai tambah tinggi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi menyebutkan bahwa pendidikan vokasi menjadi tulang punggung industri.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi industri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved