Selasa 14 April 2020, 09:33 WIB

Amankan Produksi Padi, Musi Rawas Lakukan Pengendalian Hama Ulat

mediaindonesia.com | Ekonomi
Amankan Produksi Padi, Musi Rawas Lakukan Pengendalian Hama Ulat

Istimewa
Para petani melakukan gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ulat grayak.

 

SALAH satu upaya atau antisipasi yang dilakukan dalam pengamanan pertanaman dari serangan ulat grayak adalah dengan melakukan gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ulat grayak.

Salah satunya yang dilaksanakan petugas Pengendali OPT-Pengamat Hama Penyakit Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel)  bersama dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perlindungan, Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit (LPHP) serta penyuluh pertanian Kelurahan Srikaton dengan bantuan bahan pengendali dari Brigade Proteksi Tanaman Unit II Kabupaten Musi Rawas. 

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musi Rawas, Zuhri Syawal, mengatakan serangan ulat grayak yang menyerang tanaman padi milik petani di Kecamatan Tugumulyo ini saat ini sudah ditanggulangi dengan melakukan penyemprotan massal oleh dinas. Luas yang diserang ulat grayak adalah seluas 1 hektare dengan populasi 5 sampai 8 ekor/rumpun dan intensitas serangan 2 sampai 3%, dengan luas Pengendalian yang dilaksanakan adalah 10 hektare (ha).

"Petani dan petugas melaksanakan kegiatan ini dibantu juga 20 orang anggota Kelompok Tani Tiang Sadar II. Kami juga dibantu petugas badan penyuluh, laboratorium hama penyakit Musi Rawas serta kelompok tani," jelas Zuhri di kantornya, Selasa (14/4).

Ulat grayak merupakan salah satu hama yang akhir-akhir ini banyak menyerang tanaman padi. Dahulu ulat ini sering disebut sebagai ulat tentara. Serangan terjadi biasanya pada malam hari sedangkan siang harinya larva ulat grayak bersembunyi pada pangkal tanaman, dalam tanah atau di tempat-tempat yang tersembunyi. 

‘”Serangan ulat ini memakan helai-helai daun dimulai dari ujung daun dan tulang daun utama ditinggalkan sehingga tinggal tanaman padi tanpa helai daun,” jelas Zuhri. 

Zuhri menerangkan pada tanaman yang telah membentuk malai, ulat grayak seringkali memotong tangkai malai, bahkan ulat grayak ini juga menyerang padi yang sudah mulai menguning. Batang padi yang mulai menguning itu membusuk dan mati yang akhirnya menyebabkan kegagalan panen. 

"Serangan saat padi menguning atau keluar malai inilah yang sangat merugikan petani," tandasnya.

Terpisah Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Edy Purnawan mengimbau petugas dan petani agar pada saat melakukan gerakan pengendalian tetap menerapkan physical distancing (jaga jarak) sesuai dengan anjuran pemerintah.

Edy meminta para petani dan petugas agar tetap bersemangat dalam melaksanakan gerakan pengendalian OPT dengan harapan dapat mengamankan tanaman padi sehingga petani tetap dapat tersenyum di tengah pandemi Covid-19 yang melanda saat ini.

"Sesuai arahan Dirjen Tanaman Pangan Suwandi bahwa pengamanan produksi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proses produksi. Adanya gangguan serangan OPT dan dampak perubahan iklim menurut Pak Dirjen Suwandi harus dilakukan antisipasi dini dan upaya pengendaliannya," terangnya.

Edy menambah pengendalian OPT khususnya ulat grayak yang utama adalah dengan upaya ramah lingkungan dulu. Pengendalian bisa memanfaatkan musuh alami, penggunaan pestisida nabati dan budidaya yang sehat. "Namun jika sudah melebihi ambang batas pengendalian baru kita lakukan langkah responsif," ucapnya.

Dengan demikian, Edy menegaskan Kementan terus berupaya meningkatkan produksi pangan dalam rangka menjamin ketersediaan pangan masyarakat dengan sistem pembangunan pertanian yang maju, mandiri dan modern. Dengan kata lain, Kementan mendukung penuh segala upaya yang dilakukan pemerintah daerah demi menjaga produksi pangan nasional.

"Ini menjadi tugas bersama sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk tetap beraktivitas demi memenuhi kebutuhan pangan rakyat Indonesia dan tetap memegang prinsip kehati-hatian. Sebab penyediaan pangan harus benar-benar dipastikan jangan sampai tertahan," tegasnya. (OL-09)

Baca Juga

Dok. Bank Victroria

RUPSLB Bank Victoria Ungkap Peningkatan Pendapatan Hingga 126% dan Tambahan Susunan Pengurus

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:14 WIB
Pencapaian kinerja operasional itu mempengaruhi kinerja keuangan Bank Victoria dimana pendapatan bunga bersih meningkat 126% menjadi...
Antara/Muhammad Adimaja.

IHSG Ditutup Menguat Ditopang Melandainya Inflasi AS

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:07 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (11/8) sore ditutup menguat. Penguatan ini ditopang...
ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Menteri Desa: BLT 2023 Difokuskan ke Penerima Miskin Ekstrem

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:06 WIB
"Di 2023, BLT tetap ada. Besarannya tetap Rp300 ribu (per penerima). Tapi, yang dapat adalah miskin ekstrem dari pengukuran World Bank...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya