Rabu 08 April 2020, 09:37 WIB

Pandemi Covid-19 Tak Halangi Wonogiri Capai Produksi 10,5 Ton/Ha

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pandemi Covid-19 Tak Halangi Wonogiri Capai Produksi 10,5 Ton/Ha

Istimewa/Kementan
Areal padi di wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Wonogiri menunjukkan eksistensinya sebagai lumbung pangan di Jawa Tengah. 

 

PADA April dan Mei 2020, produksi padi di Indonesia akan berada di masa puncaknya. Meskipun sedang ada pandemi Covid-19, tidak menghalangi Kabupaten Wonogiri menunjukkan eksistensinya sebagai lumbung pangan di Jawa Tengah. 

Hasil ubinan panen di kelompok tani Amrih Tani Desa Trukan, Kecamatan Pracimantoro, dan Kelompok Tani Ngudi Makmur, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Eromoko, Wonogiri, Jawa Tengah, pada panen, Selasa (7/4), menunjukkan hasil provitas 12,03 dan 11,3 ton/hektare gabah kering panen (GKP) atau setara 10,5 dan 9,8 ton/hektare gabah kering giling (GKG). Luas yang dipanen 60 hektare dengan varietas padi Mapan 05.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Wonogiri, Safuan, mengatakan bahwa panen raya memang pada April 2020. “Bulan ini panennya lebih banyak lagi jika dibandingkan dengan bulan Maret lalu, nanti di Mei kita juga masih berlagsung panen raya,” ujar Safuan

Diakui Safuan, puncak panen memang rata-rata mundur pada April 2020 karena masa tanamnya waktu itu juga mundur. “Kami yakinkan stok beras saat ini aman, apalagi menghadapi isu Covid 19 ini bukan menjadi halangan kami untuk tetap panen dan tanam padi di sawah,” imbuh Safuan meyakinkan.

Sebagai gambaran total luas panen di Kabupaten Wonogiri bulam april ini diperkirakan seluas 18 ribu hektare dengan perkiraan produksi 101.231 ton. Angka ini menyumbang sekitar 6,7% dari total perkiraan produksi di Jateng sebesar 1,5 juta ton di bulan April ini.

Panen dengan pemanfaatan Combine Harvester juga sudah diterapkan di beberapa wilayah di Kabupaten Wonogiri. Safuan mengatakan bahwa hasilnya lebih banyak karena tidak banyak kehilangan hasil (losses)

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, mengatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 saat musim panen raya. Seperti yang dilakukan para petani di berbagai wilayah. "Selain menerapkan protokol kesehatan, juga akan diupayakan prasarana dan sarana pascapanen," ucapnya.

Suwandi mengatakan Kementan bersama pemerintah daerah (pemda) serta para mitra terus berupaya dalam menjaga stok pangan dalam negeri sehingga ia berharap masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan pasokan pangan dalam negeri. 

Terkait menjaga harga di kala puncak raya, sesuai arahan Mentan SYL dengan menggerakan Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling). Program ini menggandeng penggilingan padi kecil untuk serap gabah petani. “Tugas kita menjaga kontinuitas produksi beras di penggilingan padi dan kelancaran distribusi antar wilayah, tutur Suwandi.

"Terobosan ini agar penggilingan menyerap gabah langsung di petani dan modal bisa diperoleh dari kredit usaha rakyat (KUR) dan sumber lainnya. Kemudian beras dari penggilingan bisa dijual langsung maupun online kerjasama dengan start-up," pungkasnya. (OL-09)

Baca Juga

Antara

Kementan: Indonesia Sudah Dapat Mencukupi Kebutuhan Beras Konsumsi

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 15 Agustus 2022, 12:09 WIB
Dengan ketersediaan beras yang sangat mencukupi, Indonesia sudah tidak mengimpor beras...
dok. bank bjb

Banyak Promo dari Perbankan Semarakkan 77 Tahun Indonesia, Ini Promo dari bank bjb

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 12:03 WIB
Salah satu bank yang menggelar program promo adalah bank bjb dengan program bjb Meriah 77 (Merdeka...
Dok. Pribadi

Kado Spesial Kemerdekaan, Rektor IPB Apresiasi Swasembada Beras Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 11:50 WIB
Arif menjelaskan, keberhasilan itu merupakan akumulasi dan kerja keras semua pihak, termasuk upaya jajaran Kementerian Pertanian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya